PEMBERDAYAAN WANITA DALAM PEMANTAUAN DAN PERAWATAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN BAYI BARU LAHIR UNTUK MENURUNKAN ANGKA KESAKITAN IBU NIFAS DAN NEONATAL DI KOTA SURABAYA

Florentina Sustini, Dr. dr. MS and Susilowati A., dr. MS. and Atika, S.Si., M.Kes. (2008) PEMBERDAYAAN WANITA DALAM PEMANTAUAN DAN PERAWATAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN BAYI BARU LAHIR UNTUK MENURUNKAN ANGKA KESAKITAN IBU NIFAS DAN NEONATAL DI KOTA SURABAYA. UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-sustiniflo-6495-lp4808-k.pdf

Download (695kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-sustiniflo-6495-lp4808.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Data tentang angka kesakitan maternal dan neonatal di Indonesia sangat terbatas, dan jika ada sering kali under reported. Dengan demikian, jika ada kasus kesakitan sering terlambat penanganannya sehingga membawa kematian. Di sisi lain, rasio jumlah tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk di Indonesia masih rendah. Solusi yang dikemukakan adalah memberi penyuluhan dan memberdayakan wanita / ibu untuk memantau dan merawat kesehatan diri dan neonatusnya. Tujuan umum penelitian membuktikan bahwa pemberdayaan wanita dalam pemantauan dan perawatan ibu nifas dan bayi baru lahir dapat berpengaruh menurunkan angka morbiditas nifas dan neonatus. Tujuan khususnya 1) Pemberdayaan wanita dengan memberikan intervensi berupa penyuluhan kepada ibu nifas tentang kesehatan, Cara pemantauan dan perawatan ibu nifas dan bayi barn lahir sehingga mereka dapat memantau dan merawat kesehatannya sendiri dan kesehatan bayinya, 2) Mendapatkan insidens morbiditas nifas dan neonatus dari kelompok intervensi dan kontrol, 3) Membuktikan pengaruh pemantauan dan perawatan ibu nifas dan bayi baru lahir terhadap morbiditas nifas dan neonatus. Manfaat penelitian sebagai masukan pada pemecahan masalah pembangunan, terutama dalam bidang kesehatan ibu nifas dan bayi baru lahir. Metode penelitian adalah kuasi eksperimental dengan desain kelompok kontrol yang tidak sepadan (non equivalent control group design). Intervensi berupa pemantauan dan perawatan ibu nifas dan bayi baru lahir pada kelompok sasaran yang lahir di puskesmas Jagir, yang sebelumnya ibu telah diberi penyuluhan tentang kesehatan ibu dan neonatus, tatacara pemantauan dan perawatan ibu nifas dan neonatus. Sebagai kelompok kontrol adalah ibu yang melahirkan di puskesmas Banyu Urip kota Surabaya. Sampel minimal 96 orang ibu dengan neonatusnya. Hipotesis : 1) monitoring dan perawatan kesehatan ibu nifas oleh dirinya sendiri berpengaruh terhadap morbiditas nifas, 2) monitoring dan perawatan neonatus oleh ibunya berpengaruh terhadap morbiditas neonatus. Variabel dependen 1) Morbiditas Nifas , 2). Morbiditas Neonatal. Variabel intervensi / independen 1) Pemantauan ibu nifas 2) Perawatan nifas, 3) Pemantauan neonatus, dan 4) Perawatan neonatus. Cara pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner, pemantauan kesehatan ibu nifas dan neonatus mengunakan formulir isian. Cara analisis data deskriptif, chi square, dan regresi logistic Penelitian selama 6 bulan (April sampai dengan Oktober 2005). Hasil penelitian dari 100 persalinan Umur ibu berkisar antara 16- 42 tahun, sebagian besar merupakan kelompok umur aman untuk melahirkan. Jumlah kehamilan setiap ibu berkisar antara 1 � 5, paling, banyak (39%) adalah kehamilan yang kedua. Cara persalinan 94.0% merupakan persalinan normal, hanya 2 orang yang melahirkan spontan letak sungsang dan seorang yang melahirkan dengan bantuan forcep . Sekitar 96% persalinan ditolong oleh bidan, 2% oleh dokter dan 2% oleh bidan yang kemudian dirujuk ke dokter. Angka morbiditas Ibu nifas di kedua puskesmas sebesar 35.0%. Angka morbiditas nifas di puskesmas Jagir (44.0%) lebih tinggi lebih tinggi daripada angka morbiditas nifas di Banyu Urip (26.0%), tetapi perbedaannya tidak bermakna (Chi square, 0.05). Ikhwal tersebut dimungkinkan karena morbiditas nifas berdasar keluhan klinik sehingga sangat subjektif. Jenis morbiditas ibu berupa nyeri kepala (paling banyak sekitar 15%), demam lebih dari 2 hari, perdarahan banyak, keputihan berbau busuk, nyeri perut bagian bawah, bengkak tangan dan kaki, payudara bengkak kemerahan dan nyeri. Dari 35 ibu nifas yang sakit 25 orang diantaranya mempunyai satu jenis keluhan, yang 6 orang setiap orangnya mempunyai keluhan lebih dari 1 jenis, yang 4 orang lainnya mempunyai 3 jenis keluhan. Lama sakit berkisar antara 1 - 7 hari, terbanyak 5 hari. Lama sakit ibu nifas yang melahirkan di puskesmas Jagir lebih pendek daripada ibu yang melahirkan di puskesmas Banyu Urip, perbedaan lama ibu sakit bermakna (uji Chi square, p &lt; 0.05) . Keadaan tersebut disebabkan karena di puskesmas Jagir (daerah intervensi) ibu yang mengeluh sakit segera mendapat perawatan sehingga lama sakitnya lebih pendek. Pemantauan ibu Nifas dilaksanakan terhadap ibu yang melahirkan di puskesmas Jagir, tetapi tidak dilaksanakan terhadap ibu yang melahirkan di puskesmas Banyu Urip. Dengan demikian, pemantauan kesehatan ibu jelas berbeda bermakna antara ibu yang melahirkan di kedua puskesmas tersebut. Perawatan ibu nifas dilaksanakan dengan konsumsi makanan lebih banyak dan sebelum hamil, perawatan payudara agar keluarnya ASI lancar, kebersihan perorangan, konsumsi vitamin atau jamu, dan periksa kesehatan. Di Puskesmas Jagir sebagian besar (54%) ibu nifas melakukan perawatan kesehatannya dengan baik, di puskesmas Banyu Urip sebagian besar (60%) ibu nifas melakukan perawatan kesehatannya kurang baik. Perbedaan tersebut berbeda bermakna (Chi square, 0.05). Keadaan tersebut dimungkinkan karena ibu yang melahirkan di puskesmas Jagir diberi penyuluhan tentang perawatan kesehatan ibu nifas. Ibu yang mengalami morbiditas nifas sebagian besar (62.9%) adalah ibu yang dipantau kesehatannya, sedangkan ibu yang tidak mengalami morbiditas nifas sebagian besar (56.9%) adalah ibu yang tidak dipantau kesehatannya. Tidak terbukti adanya hubungan antara pemantauan ibu dengan morbiditas nifas (regresi logistik sederhana, p&gt; 0.05). Temuan tersebut berbeda dengan hasil penelitian serupa yang pernah dilakukan di kabupaten Lamongan dan Sidoarjo. Ikhwal tersebut dimungkinkan karena ada perbedaan karakter antara masyarakat di Surabaya dengan di daerah kabupaten Lamongan dan Sidoarjo. Di Surabaya informasi tentang kesehatan lebih banyak daripada di Lamongan dan Sidoarjo. Kelompok Ibu yang mengalami morbiditas nifas sebagian besar (40.0%) perawatan ibu nifasnya baik. Ibu yang tidak mengalami morbiditas nifas sebagian besar (38.5%) perawatan ibu nifasnya sedang. Tidak terbukti adanya hubungan antara perawatan kesehatan ibu dengan morbiditas nifas (regresi logistik sederhana, p &gt; 0.05). Keadaan tersebut disebabkan karena pada ibu yang mengalami morbiditas nifas dan yang perawatannya baik sebagian besar terdapat di puskesmas Jagir. Angka morbiditas neonatus di kedua puskesmas sebesar 28%. Neonatus yang sakit di puskesmas Jagir (20%) lebih sedikit daripada di puskesmas Banyu Urip (36%). Tetapi perbedaan tersebut tidak bermakna (Chi Square p&gt;0.05). Tidak bermaknanya perbedaan tersebut dimungkinkan karena morbiditas neonatus dibuat berdasarkan pada hasil wawancara tentang tanda dan gejala pada bayi, bukan berdasar pemeriksaan klinis dan hampir semua ibu mempunyai Buku KIA yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengenali tanda bayi sakit. Jenis morbiditas neonatus terbanyak adalah pilek (10%), selain itu, ada bayi kuning, panas badan, diare, batuk, pilek, muntah, gatal-gatal pada kulit, tidak dapat berak selama 5 hari. Seorang bayi pada umumnya menunjukkan satu jenis tanda sakit, kecuali seorang bayi yang mengalami 4 tanda sekaligus (diare, batuk, pilek, kulit gatal biang keringat). Lama sakit antara 1�14 hari, rerata 4.57 hari, di puskesmas Jagir lama bayi sakit relatif lebih pendek daripada yang di puskesmas Banyu Urip, tetapi perbedaan tersebut tidak bermakna (Chi square, p &gt; 0.05). Ihkwal tersebut menunjukkan bahwa kesehatan bayi diperhatikan dan sewaktu bayi sakit segera dibawa ke petugas kesehatan untuk mendapat perawatan. Pemantauan neonatus dilaksanakan oleh ibu yang melahirkan bayinya di puskesmas Jagir menggunakan formulir observasi neonatus, sedangkan yang di puskesmas Banyu Urip tidak, sehingga pemantauannya berbeda bermakna (chi square p &lt; 0.05) Perawatan neonatus dilaksanakan dengan memberi ASI, imunisasi, frekuensi mandi, pakaian bayi, bayi diurut, dan periksa kesehatan. Semua neonatus mendapat ASI, tetapi yang sampai hari ke 28 masih mendapat ASI saja sebanyak 61%, sisanya sudah mendapat pendamping ASI (PASI) berupa susu bubuk, bubur susu, pisang, nasi-pisang. Pemberian PASI sebagian besar diberikan setelah bayi berumur 15 hari. Semua bayi sudah mendapat imunisasi polio, sebagian bayi mendapt BCG atau Hepatitis 1. Neonatus sebagian besar (46%) mendapat perawatan yang cukup. Perawatan yang neonatus yang diberikan oleh ibu yang melahirkan di puskesmas Jagir sebagian besar (60%) adalah baik, sedangkan di puskesmas Banyu Urip sebagaian besar (54%) adalah sedang. Secara umum perawatan neonatus di puskesmas Jagir lebih baik daripada yang di puskesmas Banyu, dan perbedan tersebut bermakna (p&lt;0,05). Keadaan tersebut adanya intervensi perawatan oleh ibu di puskesms Jagir. Bayi yang sakit sebagian besar (64.3%) adalah yang tidak dilakukan pemantauan (daerah kontrol), sedangkan bayi yang sehat sebagian besar (55.6%) adalah yang dilakukan pemantauan (daerah intervensi). Dengan menggunakan uji statistik regresi logistik sederhana hasilnya tidak terdapat hubungan yang bermakna (p&gt; 0.05) antara pemantauan neonatus dengan morbiditas neonatus. Tidak terbukti adanya hubungan tersebut berbeda dengan teori bahwa jika bayi dipantau kesehatannya setiap hari akan lebih terdeteksi jika ada gejala atau tanda sakit. Selain itu, dapat disebabkan karena masih banyak faktor yang mempengaruhi morbiditas nifas yang tidak diteliti pada penelitian ini. Perawatan neonatus oleh ibu pada bayi yang mengalami morbiditas neonatus maupun yang sehat sebagian besar (46%) dalam kategori sedang. Baik neonatus yang sakit maupun yang tidak sakit proporsi terbanyak adalah yang perawatan oleh ibunya sedang. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perawatan neonatus dengan morbiditas neonatus (regresi logistik sederhana, p &gt; 0.05). Temuan tersebut juga tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa bayi yang dirawat baik akan lebih sedikit mengalami sakit dibandingkan dengan yang perawatannya kurang. Ikhwal tersebut dimungkinkn karena masih banyak faktor lain yang mempengaruhi terjadinya morbiditas neonatus tetapi tidak diteliti pada penelitian ini. Kesimpulannya 1) wanita dalam hal ini ibu nifas dapat diberdayakan untuk berperan dalam pemantauan dan perawatan kesehatannya sendiri dan neonatusnya setelah diberi penyuluhan kesehatan dan penjelasan tentang tatacara pemantauan dan perawatan kesehatan ibu nifas dan neonatus, 2) morbiditas nifas di puskesmas Jagir (44%) lebih besar daripada di puskesmas Banyu Urip (26%), tetapi angka tersebut tidak berbeda bermakna, 3) morbiditas neonatus di puskesmas Jagir (20%) lebih kecil daripada di puskesmas Banyu Urip (36%), 4) Tidak terbukti adanya hubungan yang bermakna baik antara pemantauan dan perawatan ibu dengan morbiditas nifas maupun antara pemantauan dan perawatan neonatus dengan morbiditas neonatus, 5) Pemanatauan dan perawatan kesehatan ibu nifas dan neonatus terbukti memperpendek waktu lamanya sakit. Saran yang diajukan yaitu perlu diagnosis yang lebih objektif untuk menentukan morbiditas ibu nifas dan neonatus agar dapat dibedakan dengan jelas morbiditasnya. Selain itu, penelitian ini sangat bermanfaat sehingga perlu diperluas jangkauan areanya di Jawa Timur bahkan di Indonesia untuk menyadarkan dan memberdayakan wanita agar mampu mengenali kesehatan diri dan neonatusnya. </description

Item Type: Other
Additional Information: KKA KK LP 48/08 Sus p
Uncontrolled Keywords: NEONATAL MORBIDITY; MUNICIPALITY
Subjects: R Medicine
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Florentina Sustini, Dr. dr. MSUNSPECIFIED
Susilowati A., dr. MS.UNSPECIFIED
Atika, S.Si., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 23 Oct 2016 21:05
Last Modified: 23 Oct 2016 21:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40730
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item