Budidaya teripang lokal Phyllophorus sp sebagai sumber bahan aktif imunomodulatori terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis

Endang Dewi Masithah, Dr.,Ir.,MP and Alfinda Novi Kristanti, Dr.,DEA and Sapto Andriyono, S.Pi.,MT (2012) Budidaya teripang lokal Phyllophorus sp sebagai sumber bahan aktif imunomodulatori terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis. UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
masithahen.pdf

Download (660kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jenis spesics teripang yang her-hasil dikumpulkan dari semua lokasi trdiri dari 7 spcsics, yailu : ParacauJif/(l ([Us/rali: Phyloporus sp., Colochirus quadrangularis, Holothuria sanctori, Jlolothuria sp, flolo/tll/ria forskali dan Holothuria turriscelsa. Jenis Phyloporus sp.ditemukan di seliap lokasi sampling dan jwn1ah secara keseluruhan adalah paling besar (50,63%). Pada analisis habitat {icngan melakukan pengukian komposisi substrat mendapatkan hasil yang menunjukkan adanya variasi berdasarkan kelas ukuran dan butiran substrat. Kornponcn kerikil bcrvanasi Komponen kerikil bervariasi dari 0,45% hingga 4,5%. Kondisi lingkungan hidup tcripallg digambarkan dengan beberapa parameter fisik-kimia lingkungan yang terdiri dari : kedalaman laut, kecerahan perairan, pH (air dan substrat) serta tekstur substrat (kornposisi kelas ukuran butiran substrat). Kedalaman laut lokasi pengambilan sampel berkisar antara 2,22 m sampai 6,38 m; kecerahan perairan berkisar antaran 56--201 em; pH pcrairan bcrkisar antara 8-9, sedangkan salinitas berkisar antara 28 33 ppm. Hahitat yang paling disukai spesics Phyloporus sp (dengan ke1impahan tertinggi) terdiri dari campuran butiran kasar dan pecahan-pecahan cangkang hewan mati.Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, di sckitar Pantai Timur Surabaya, tingkat eksploitasi yang cukup tinggi tcrhadap tcripang Phy/oporus sp, terutama digunakan untuk konsumsi, yaiul scbagai makanan khas pesisir. Pada ujicoba pembenihan yang dilakukan pada kondisi tcrkontrol, rncnunjukkan hasil adanya larva. Meskipun demikian larva yang didapatkan hanya sampai pada stadia pentactula. Pada fase tersebut merupakan fase hitis perubahan fase dari plaktonik rnclayang menjadi bentik, sehingga sangat rentan dan mudah stress yang rnengakihatkan kCll1atiall ~masal pada larva yang dihasilkan.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP.43/13 Mas b
Uncontrolled Keywords: Seacucumber, Phyllophorus sp. , Aquaculture, Feed, imunomodulator
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q179.9-180 Research
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Endang Dewi Masithah, Dr.,Ir.,MPUNSPECIFIED
Alfinda Novi Kristanti, Dr.,DEAUNSPECIFIED
Sapto Andriyono, S.Pi.,MTUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 06 Oct 2016 03:31
Last Modified: 06 Oct 2016 03:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40913
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item