EFEK ANTIFERTILITAS ASPIRIN (ASAM ASETIL SALISILAT)

Dewa Ketut Meles, - (1991) EFEK ANTIFERTILITAS ASPIRIN (ASAM ASETIL SALISILAT). Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
RINGKASAN.pdf

Download (142kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Aspirin secara teoritik diketahui bekerja menghambat biosintesis prostaglandin E dan F2 alfa melalui hambatan pada enzim siklooksigenase yang mengkonversikan asam arakhidonat menjadi prostaglandin. Paranan prostaglandin F2 alfa dalam bidang reproduksi ternak telah diaplikasikan untuk penyerentakan birahi dan meregresi korpus luteum. Dalam hal ini 1ngin diketahui apakah asp~rin yang bekerja menghambat biosintesis prostaglandin mempunyai efek anti fertilitas pada mencit. Untuk menentukan efek antifertilitas yang terjadi dipakai beberapa parameter yaitu : perubahan siklus tiir~hi yang terjadi, jumlah mencit yang menjadi bunting setelah mengalami kopulasi, jumlah anak yang dikandung dalam satu periode kebuntingan, serta jumlah korpus luteum yang terbentuk pada ovarium. Tuj uan pene1i tian untuk mengetahui apakah aspirin yang be~~erj a menghambat biosintesis prostaglandin mempunyai efek antifertilitas, dan berapa dosis aspirin yang dibutuhkan untuk mencap~i efek tersebut. Penel i tian ini menggunakan metode eksperimental. Juml ah sampel yang dipa.~ai 180 ekor mencit betina dan sejumlah mencit jantan dewasa yang telah mengalami seleksi untuk pengujian antifertilitas. Mencit betina dibagi dalam 3 group, yaitu Group I untuk pengujian terhadap perubahan siklus birahi, group II untuk pengujian jumlah kebuntingan dan jumlah anak yang dikandung dalam satu periode kebuntingan, dan group III untuk pengujian terhadap jumlah korpus luteum. Semua group ~ibagi atas 6 kelompok yaitu satu kelompok kontrol yang diberi suspensi c.m.c. 0,5% dan lima kelompok perlakuan yang diberi dosis aspirin seears berturut-turut 3 mg, 10 mg, 30 mg~ 100 mg dan 300 mg/kg. berat badan. Data y~ng diperoleh dari masing-masing parameter yang diamati dilakukan uji statistik dengan analisa varian dan chi-square. Dari pengamatan parameter yang digunakan pada penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut : 1. Terjadi perpanjangan fase diestrus yang nyata~ sedangkan fase proestrus,estrus dan metestrus tidak terpengaruh. Perpanjangan fase diestrus ::;.ebanding dengan peningkatan dasis aspjxin ye<.ng diberik.an. 2. Terjadi penLlrLlnan jumlah mencit yang menjadi bunting setelah kapulasi. 3. Jumlah anak yang dikandung dalam satu periade kebun tingan tidak terpengaruh akibat pemberian aspirin. 4. Terjadi penurunan jumlah kat-pus luteLlm yang terbentLI;~ pada avarium. Peningkatan dasis aspirin yang di bet-H~an tidak berpengaruh terhadap penurunan jumlah karpus luteum yang terbentuk pada ovarium. Dari hasi 1 penel i tian dapat disimpLl1 kan bahwa aspirin mempunyai efek antifertilitas pada mencit. Untuk mengetahui batas keamanan aspirin yang akan digunakan sebagai antifertilitas, maka perlu kiranya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek teratagenik yang mL{ng~:.in muncul ~ mengingat dalam penelitian ini dijumpai adanya resorpsi janin dan fetus mencit yang terbentuk Iebih kecil dari normal, terutama hal ini d~jumpai pada dosis 100 dan 306 mg/ kg. berat badan. Selain itu perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan hewan primata lainnya untuk menentukan efektivitas aspirin sebagai antifertilitas sebelum digunakan pada manusia.

Item Type: Other
Additional Information: KKB KK-2 615. 313 7 Mel e
Uncontrolled Keywords: aspirin, anti fertilitas
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Dewa Ketut Meles, -UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Aimmatul Mukaromah
Date Deposited: 28 Oct 2016 22:14
Last Modified: 28 Oct 2016 22:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/41552
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item