PROYEK PENELITIAN SEKTOR NON PERTANIAN PEDESAAN JAWA BARAT

AGUS MUHARRAM, - (1989) PROYEK PENELITIAN SEKTOR NON PERTANIAN PEDESAAN JAWA BARAT. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ringkasan)
gdlhub-gdl-res-2014-muharramag-31939-5.r1ngk-n.pdf

Download (163kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
F8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ditujukan kepada aktifitas koperasi kredit Sejahtera di Cibinong, Bogor dan koperasi kredit BKKP Cibadak Sukabumi. Koperasi ini adalah 2 dari 36 koperasi binaan BK.3D Bogor. Aspek yang diteliti ialah sejauh mana keaktifan koperasi dalam meningkatkan peluang kesempatan kerja, penambahan penghasilan dan pertumbuhan serta pemerataan disektor non pertanian. Pinjaman yang diberikan oleh Kobdit dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu untuk kesejahteraan, usaha produktif dan keadaan darurat. Diseluruh Indonesia terdapat 617 Kopdit dibawah naungan 16 BK3D dengan anggota 163.000 dan kekayaan Rp 007 juta. BK.3D Bogor terdiri atas 36 kopdit dengan anggota 12.000 dan kekayaan Rp 190 juta. BK3D merupakan LSM/LPSM yang bertujuan untl.1k meningkatkan kesejahteraan melalui bidang ekonomi. Kopdit sejahtera Cibinong didirikan oleh seorang tokoh masyarakat yang telah dididik di Jakarta dalam bidang koperasi kredit oleh CUCO (Credit Union Counselling Office) dari Jerman Barat. Keberhasilan koperasi dapat dilihat dari anggota mula· mula 40 orang di tahun 1972 dengan kekayaan Rp 40.000,00 dan telah menjadi 931 orang di tahun 1989 dengan kekayaan Rp 131 juta. Anggota koperasi terdiri atas petani dan buruh tani 0,2%, pedagang 11,4 %, guru 10,4 %, dosen 0,1 %, pegawai negeri 4,1 %, pensiunan 2,5% karyawan perusahaan swasta 16,2 %, buruh 17,4%, supirO,9%, wiraswasta 3,2%, pelayanan 0,4%, ibu rumah tangga 29,1 %. Persyaratan menjadi anggota ialah mempunyai mata pencaharian dan berkelakuan baik yang dijamin oleh 2 orang anggota lama. Contoh kasus keberhasi1an anggota yang diwawancarai sejumlah 5 anggota yaitu pengusaha makanan ringan, warung kedl dan pengumpul barang bekas, bahan bangunan, penjual batik. Kopdit BKKP, Cibadak Sukabumi, yang didirikan oleh seorang guru di tabun 1972 yang dibina oleh CUCO, mempunyai anggota mula-mula 22 orang dengan modal awal Rp 22 ribu dan telah berhasil dalam keak:tifannya hingga sekarang telah mempunyai anggota sejumlah 691 orang dengan kekayaan Rp 208 juta. Perhitungan yang dilakukan oleh Badan pemeriksa menunjukkan fakta sebagai berikut : Produktifitas modal Kopdit BKKP 105% sedang standar ideal cuk:up 85 %; Effisiensi biaya 54 %, sedang standar ideal 50%; Distribusi pinjaman 122%, sedang standar ideal 60%; Rasio tunggakan 1 %, sedang standar ideal 3 % • Contoh keberhasilan anggota diberikan 7 contoh yaitu pengumpulan sampah, pengkredit pakaian, pengkredit kain batik, warung, bahan bangunan, keripik kentang, penjual makanan

Item Type: Other
Additional Information: KKB KK-2 339.2 Muh p
Uncontrolled Keywords: pertanian, perkembangan usaha
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Q Science > Q Science (General) > Q179.9-180 Research
Divisions: Unair Research > Non-Exacta
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AGUS MUHARRAM, -UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorKastubiari Wiryoseputro, --UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Joko Iskandar
Date Deposited: 30 Oct 2016 20:11
Last Modified: 04 Dec 2016 23:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/41878
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item