PROFIL PROTEIN TRANSFORMING GROWTH FACTOR PADA OOSIT SAPI : SEBUAH UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI EMBRIO IN VITRO

Widjiati, M.Si., Drh and Tatik Hernawati, M.Kes., Drh. and Sri Mulyati, M.Kes., Drh. (2003) PROFIL PROTEIN TRANSFORMING GROWTH FACTOR PADA OOSIT SAPI : SEBUAH UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI EMBRIO IN VITRO. Universitas Airlangga, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2007-widjiati-4254-lp7407-t.pdf

Download (390kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2007-widjiati-4254-lp7407-min.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyebab utama rendahnya produksi in vitro embrio terhadap blastosis adalah hasil maturasi oosit yang tidak sempurna. Ukuran populasi oosit yang heterogen pada proses maturasi in vitro menyebabkan pertumbuhan oosit tidak mencapai kapasitas secara seragam sehingga menyebabkan proses pematangan tidak berjalan sempurna, hal ini akan mempengaruhi perkembangan embrio. Diketahui pada ooasit yang mengalami proses maturasi Transforming Growth Factor sangat berperan terhadap peningkatan kualitas oosit yang dihasilkan dan selanjutnya juga sangat berpengaruh terhadap angka fertilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan profil fraksi protein TGF #946; pada oosit dari berbagai ukuran diameter permukaan folikel yang disintesis selama proses maturasi oosit secara in vitro terhadap kualitas oosit, angka fertilitas dan viabilitas embrio. Selain itu untuk memperoleh data karakterisasi fraksi protein TGF #946; dari oosit hasil isolasi dari berbagai ukuran permukaan diameter folikel yang disintesis selama proses maturasi oosit secara in vitro. Manfaat yang diharapkan adalah untuk memperoleh dasar pengetahuan secara molekuler reproduksi tentang peran Transforming Growth Factor #946; terhadap keberhasilan maturasi oosit secara in vitro, memberikan pertimbangan untuk isolasi Transforming Growth Factor #946; untuk keperluan kultur dalam rangka untuk produksi embrio in vitro. Selain untuk optimalisasi produksi sapi dengan pemanfaatan limbah rumah potong hewan. Metode penelitian ini oosit dikoleksi dari folikel yang ukuran diameter permukaaan 1-2 mm,3-5 mm dan 6-8 mm. Selanjutnya oosit dimaturasi dalam medium TCM 199 yang ditambah 5 µg / mg LH, 3 % BSA dan 50 µg / ml gentamycin sulfat, kemudian oosit dikultur selama 22 jam pada suhu 38,5° C dalam inkubator 5 % CO2. Dua puluh dua jam setelah dikultur dilakukan pemerikasaan tingkat kematang oosit dengan pewarnaan aceto orcein 1 %, fertilisasi in vitro, pemeriksaan total protein dengan metode biuret, pemeriksaan profil protein Transforming Growth Factor #946; dengan SDS PAGE dan persentase Transforming Growth Factor #946; dengan densitometri. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan oosit sapi yang dikoleksi dari folikel dengan ukuran diameter permukaan 1-2 mm, 3-5 mm dan 6-8 mm masing-masing mencapai tahap metafase II adalah 0,71 ± 0,0, 8,90 ± 0,36, 10,20 ± 0,0. Kemudian prosentase angka fertilitas untuk masing-masing ukuran folikel 1-2 mm, 3-5 mm dan 6-8 mm adalah 28,72 %, 94,66 % dan 85,90 %. Jumlah sigot yang berkembang mencapai tahap morula untuk masing-masing ukuran folikel 1-2 mm, 3-5 mm dan 6-8 mm adalah 19,51 %, 51,62 % dan 39,66 %. Profil protein Transforming Growth Factor #946; terlihat pada oosit yang dikoleksi dari folikel dengan ukuran diameter permukaan 1-2 , 3-5 mm dan 6-8 mm dan telah mengalami proses maturasi in vitro. Demikian juga total protein dan kadar protein Transforming Growth Factor #946; lebih banyak terdapat pada oosit yang sudah mengalami proses maturasi. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini oosit sapi yang dikoleksi dari folikel dengan diameter permukaan 3-5 mm dan 6-8 mm yang telah mengalami proses maturasi menghasilkan oosit dengan tingkat kematangan yang tinggi dan angka fertilitas yang dihasilkan juga tinggi, sinergis dengan peningkatan jumlah total protein, kadar Transforming Growth Factor #946; dan gambaran profil proteinnya juga lihat jelas pada kelompok ini. Namun viabilitas embrio tidak cukup baik tingkat perkembangannya.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP 74/07 Wid p
Uncontrolled Keywords: TRANSFORMING GROWTH FACTOR
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV4905-4959 Animal experimentation. Anti-vivisection
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsNIM
Widjiati, M.Si., DrhUNSPECIFIED
Tatik Hernawati, M.Kes., Drh.UNSPECIFIED
Sri Mulyati, M.Kes., Drh.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Date Deposited: 15 Jun 2017 21:34
Last Modified: 15 Jun 2017 21:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/42661
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item