NILAI BUDAYA JAWA DALAM BUDAYA MODERN MANUSIA JAWA: STUDI TENTANG KEBUDAYAAN SUBJEKTIF DAN OBJEKTIF MANUSIA JAWA MODERN

Hariawan Adji, - and Ema Faiza, - (2008) NILAI BUDAYA JAWA DALAM BUDAYA MODERN MANUSIA JAWA: STUDI TENTANG KEBUDAYAAN SUBJEKTIF DAN OBJEKTIF MANUSIA JAWA MODERN. Universitas Airlangga, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-adjihariaw-6735-lp62_08-k.pdf

Download (414kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kebudayaan Jawa mengandung unsur-unsur kebudayaan yang tidak tampak dan abstrak, yang dinamakan kebudayaan subjektif, dan unsur-unsur kebudayaan yang tampak dan konkrit itu, yang disebut kebudayaan objektif. Sebagai bagian dari kebudayaan timur, budaya Jawa bersifat tradisional agraris, yang menekankan keselarasan dengan alam. Namun manusia Jawa pada saat ini mau tidak mau harus mengakui bahwa budaya tradisional Jawa telah bergeser dan digantikan oleh budaya Jawa yang lebih modern. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah nilainilai budaya Jawa dihayati oleh orang-orang Jawa dalam kerangka kebudayaan subjektif dan objektif modern mereka, dan bagaimanakah kebudayaan `modern yang sesuai bagi orang Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan unsur-unsur kebudayaan subjektif dan kebudayaan objektif. Jawa dalam budaya modern manusia Jawa.Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah terciptanya suatu masyarakat Jawa yang sadar akan budayanya dan tidak dengan mudah ikut arus kebudayaan asing yang belum tentu cocok dengan dirinya. Dari segi sumber datanya, penelitian ini merupakan perpaduan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Agar penelitian terfokus dan tidak melebar, peneliti menetapkan batasan-batasan penelitian sebagai berikut: penelitian ini mengarnbil lokasi di pulau Jawa, wilayah Jawa Timur, secara khusus adalah kota Malang dan kota Surabaya, yang dimaksud dengan orang Jawa dalam penelitian ini adalah orang Jawa kelas menengah ke bawah. Kebudayaan subjektif Jawa sangat dipengaruhi oleh kebatinan Jawa yang memandang manusia sebagai bagian dari alam semesta yang lebih besar. Manusia dipandang sebagai jagad (mikrokosmos) yang merupakan bagian dari alam semesta (makrokosmos). Kebahagiaan akan diraih oleh manusia apabila ia dapat hidup selaras dengan alam semesta dan tujuan akhir dari hidup manusia adalah bersatu kembali dengan alam semesta. Peneliti mengajukan lima kaidah dalam tata nilai budaya Jawa modern, yaitu: keselarasan, kebersamaan, hirarki, formalisme dan toleransi. Kebudayaan objektif Jawa merupakan objektifikasi tata batin dalam ilmu pengetahuan alam, teknik pengajaran, tata keadilan, karya dan darma bake, lembaga sosial, organisasi atau negara, seni rupa, seni suara, seni sastra, upacara, budi bahasa dan sebagainya. Orang Jawa sedang dalam tahap `post traditional society. Di satu pihak ideide tradisional Jawa merintangi pembaharuan sedangkan di lain pihak -bentuk-bentuk modern dijiplak dengan sembarangan sebagai lambang-lambang semu dari suatu kemajuan dan modernitas. Jalan terbaik yang dapat diambil oleh orang Jawa adalah memilih jalan tengah antara modernitas dan budaya Jawa tradisional, yaitu dengan jalan memilah-milah hal yang baik dari kebudayaan modern dan kemudian mensintesiskan dengan budaya tradisional yang baik.

Item Type: Other
Additional Information: KKB KK-2 LP 62/08 Adj n FULLTEXT TIDAK TERSEDIA
Uncontrolled Keywords: Budaya Jawa; Budaya Modern;
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
L Education > LG Individual institutions (Asia. Africa) > LG21-961 Individual institutions > LG21-395 Asia > LG181-184 Indonesia
Divisions: Unair Research > Non-Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Hariawan Adji, -UNSPECIFIED
Ema Faiza, -UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Date Deposited: 04 Oct 2016 02:34
Last Modified: 28 Dec 2017 00:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/42671
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item