EVALUASI PELAKSANAAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA SURABAYA

Atik Choirul Hidajah, dr., M.Kes. and Ririh Yudhastuti, Dr., drh., M.Sc. and Arief Hargono, drg., M.Kes. (2005) EVALUASI PELAKSANAAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA SURABAYA. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-hidajahati-7188-kkckkl-k.pdf

Download (508kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-hidajahati-7133-lp9808-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue menjadi permasalahan di Indonesia. Surabaya merupakan daerah endemis DBD. Hal ini disimpulkan dari data Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang menunjukkan bahwa sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1968, penyakit ini terus menerus ditemukan di Surabaya. Insidens Risk (IR) menunjukkan jumlah yang naik turun. Demikian pula dengan nilai Case Fatality Rate (CFR). Pada tahun 2002 IR sebesar 77,34/100.000 penduduk. Angka ini menurun dibandingkan dengan tahun 2001 sebesar 83,12/100.000. Namun angka CFR justru meningkat tajam dari 0,23% pada tahun 2001 menjadi 0,68% pada tahun 2002. 1-lampir seluruh kelurahan di Kota Surabaya (83,4%) merupakan kelurahan endemis DBD pada tahun 2002. Dari 163 kelurahan, hanya terdapat 22 kelurahan sporadis (13,5%) dan 5 kelurahan bebas (3,1%). Keadaan yang demikian dapat mengarah pada terjadinya KLB. Apalagi mudahnya arus transportasi antar daerah di Surabaya memungkinkan penyebaran penyakit ini. Dengan melihat keadaan penyakit DBD di Kota Surabaya yang endemis dan potensial terjadi KLB, pelaksanaan sistem surveilans DBD memegang peran penting untuk pemantauan kejadian yang mengarah pada kejadian KLB. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem surveilans DBD di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai sistem surveilans DBD di Kota Surabaya tahun 2005 berdasarkan atribut sistem surveilans dan mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan sistem surveiland DBD di Kota Surabaya. Jenis penelitian adalah penelitian evaluasi. Penelitian ini memandang permasalahan sebagai permasalahan sistem. Subyek evaluasi adalah sistem surveilans DBD di Kota Surabaya sepanjang tahun 2004. Penelitian dilakukan dengan telaah dokumen dan wawancara mendalam. Tahapan penelitian meliputi Analisis sistem untuk menggambarkan sistem surveilans DBD yang sudah berjalan dan melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap permasalahan dan hambatan sistem yang ada selama ini. Tahapan selanjutnya dengan melakukan evaluasi sistem surveilans DBD berdasarkan atribut sistem surveilans yang meliputi kesederhanaan, fleksibilitas, akseptabilitas, sensitivitas, nilai prediktif positif, kerepresentati fan dan ketepatan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Kegiatan surveilans DBD di Dinas Kesehatan Kota Surabaya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh petugas atau pengelola program DBD. Jumlah petugas sudah dianggap cukup, tetapi kualitasnya masih kurang. Sering terjadi keterlambatan data yang berasal dari KDRS, sehingga terjadi keterlambatan dalam pengolahan dan analisis data. Informasi epidemiologi yang dihasilkan dari kegiatan surveilans belum disebarluaskan secara rutin, baik kepada Kepala Dinas, maupun lintas program. Disamping itu, sumber data baik Rumah Sakit maupun Puskesmas, juga tidak mendapat feedback hasil pelaksanaan surveilans. Penilaian terhadap atribut sistem surveilans menujukkan bahwa sistem yang berjalan sudah sederhana, mempunyai NPP yang tinggi dan representatif. Disamping itu, penilaian terhadap atribut sistem yang berjalan menunjukkan bahwa sistem yang berjalan masih kurang akseptabel, kurang sensitif dan kurang tepat waktu dan sulit dievaluasi fleksibilitasnya. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disarankan adanya pelatihan dalam bentuk on the job training, untuk menyelesaikan kurangnya kualitas tenaga pelaksana agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi. Perlu dilakukan diseminasi dalam bentuk laporan kepada atasan, feedback kepada sumber data maupun kepada siapa saja yang membutuhkan, termasuk lintas sektor, lintas program dan kepada masyarakat luas. Dengan diseminasi Informasi, masing-masing pihak akan dapat mengetahui dan sadar akan kondisi DBD di wilayahnya, sehingga dapat membantu mengurangi kemungkinan penyebaran DBD.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP 98/08 Hid e
Uncontrolled Keywords: DHF (Dengue Hemorrhagic Fever); Surveilance epidemiologi transmission of the disease.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA648.5-767 Epidemics. Epidemiology. Quarantine. Disinfection
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Atik Choirul Hidajah, dr., M.Kes.UNSPECIFIED
Ririh Yudhastuti, Dr., drh., M.Sc.UNSPECIFIED
Arief Hargono, drg., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Last Modified: 20 Sep 2016 03:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/42802
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item