HUBUNGAN LIFE STYLE ANAK JALANAN TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU: STUDI KASUS DI YAYASAN INSANI SURABAYA

Diah Indriani, S.Si., M.Si and Sri Adiningsih, Dr.Hj., dr., MS., MCN and Trias Mahmudiono, SKM. (2005) HUBUNGAN LIFE STYLE ANAK JALANAN TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU: STUDI KASUS DI YAYASAN INSANI SURABAYA. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-indrianidi-6984-lp7908-k.pdf

Download (432kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-indrianidi-6984-lp7908-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberculosis merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi oleh seluruh Negara di dunia saat ini, data dari Kelompok Kerja Badan penelitian dan Pcngembangan Kesehatan (POKJA BALITBANGKES) Jakarta menyebutkan sekitar 1/3 penduduk dunia telah terinfeksi TB, kurang lebih 8 juta orang dengan TB baru di dunia/tahun dan kurang lebih 3 juta meninggal tiap tahun karena TB. Dari WHO (1996) menunjukkan bahwa 10-15 % Tuberculosis diderita oleh anak-anak usia dibawah 15 tahun. Salah satu kelompok dari anak-¬anak di Negara berkembang yang rawan terhadap terjadinya penyakit TB Paru adalah anak Jalanan. Menurut Suyanto (2004), peningkatan jumlah anak jalanan di kota Surabaya meningkat sebanyak 37,2 % dari tahun 1999 sampai tahun 2003. Dengan peningkatan prosentase anak Jalanan sebesar itu menyebabkan berbagai masalah social, ekonomi, maupun kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada anak Jalanan adalah keadaan kurang gizi karena pola makan yang tidak teratur. Keadaan kurang gizi merupakan salah satu factor penyebab mudahnya seseorang terkena penyakit infeksi, hal ini karena sistem kekebalan tubuh alami yang dimiliki orang tersebut melemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara life Style yang ada pada anak Jalanan di Yayasan Insani Surabaya dengan kejadian penyakit Tuberculosis Paru. Penelitian ini merupakan penelitian analitik untuk mengetahui korelasi dan seberapa jauh factor resiko tertentu terhadap kejadian penyakit TB Paru. Populasi penelitian ini adalah anak Jalanan di Yayasan Insani Surabaya sebanyak 147 anak. Setelah dilakukan perhitungan besar sampel, didapatkan sampel sebanyak 37 anak. Cara pengambilan sampel adalah secara random, dengan wawancara dan palpasi. Variabel yang diteliti adalah penderita TB paru, kebiasaan makan, lama waktu aktivitas, kebiasaan merokok, personal hygiene. Data dianalisis secara analitik secara bivariat dengan rnenggunakan uji statistic Chi Square untuk mengetahui hubungan antara life style anak Jalanan dengan kejadian TB Paru di Yayasan Insani Surabaya. Hasil penelitian sebagai berikut : anak jalanan binaan Yayasan Insani bersifat heterogen, dengan kategori Children On the Street sebanyak 48,6 %. Children Of The Street sebanyak 21,6 % dan anak yang rawan turun ke jalan sebesar 29,7 %. Anak Jalanan yang menderita Tuberculosa Paru pada Oktober 2005 adalah 12 anak, sekitar 32,4 % dari jumlah sampel penelitian. Setelah dilakukan Uji Statistik dengan menggunakan uji korelasi Chi Square, tentang hubungan kebiasaan sarapan anak Jalanan terhadap kejadian penyakit Tb Paru didapatkan bahwa probabilitas 0,049 <#945; (0,1) sehingga HO ditolak, yang berarti ada hubungan antara kebiasaan sarapan anak jalanan dengan kejadian Tb Paru. Dengan nilai resiko, anak Jalanan yang tidak memiliki kebiasaan sarapan memiliki resiko tujuh kali lebih besar terkena penyakit Tb Paru dibandingkan anak. Jalanan yang memiliki kebiasaan sarapan. Sedangkan aktivitas bekerja didapatkan probabilitas 0,136 >#945; (0,1) sehingga HO diterima, yang berarti tidak ada hubungan antara aktivitas bekerja dengan kejadian Tb Paru. Sedangkan untuk personal hygiene, salah satunya yaitu kebiasaan Berolahraga didapatkan probabilitas 0.09 <#945; (0,1) sehingga 110 ditolak, yang berarti terdapat hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan kejadian Tb Paru. Dengan nilai resiko sebesar 0,267 yang berarti anak jalanan yang memiliki kebiasaan berolahraga menurunkan resiko terkena penyakit Tuberkulosa paru sebesar seperempat kali daripada anak jalanan yang tidak memiliki kebiasaan berolahraga. Setelah dilakukan uji Statistik, kebiasaan merokok didapatkan probabilitas sebesar 0,291>#945; (0,1) sehingga HO diterima, yang berarti tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian Tb Paru. Dari hasil penelitian saran yang dapat diberikan adalah perlunya memperbaiki pola makan anak jalanan di Yayasan Insani, karena dengan pola makan yang tidak sehat menyebabkan tubuh rentan terhadap timbulnya penyakit dalam hal ini khususnya penyakit tuberkulosis paru. Meningkatkan aktifitas¬aktifitas positif di Yayasan Insani terutama kebiasaan berolahraga sehingga pola hidup sehat terjaga untuk mcningkatkan stamina tubuh, mengingat kehidupan anak jalanan sangat rentan dengan penyakit.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP 79/08 Ind h
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis; anak jalanan; life style
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ2042-2044 Life style
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV701-1420.5 Children > HV873-887 Destitute, neglected, and abandoned children. Street children
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Diah Indriani, S.Si., M.SiUNSPECIFIED
Sri Adiningsih, Dr.Hj., dr., MS., MCNUNSPECIFIED
Trias Mahmudiono, SKM.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Last Modified: 19 Sep 2016 09:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/42807
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item