PROSES COMING OUT DAN PERILAKU SEKSUAL DI KALANGAN HOMOSEKSUAL PRIA

Endah Mastuti, S.Psi. and Herdina Indrajati, S.Psi. and Fitri Andriani, S.Psi. (2005) PROSES COMING OUT DAN PERILAKU SEKSUAL DI KALANGAN HOMOSEKSUAL PRIA. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-mastutiend-6274-lp03_08-min.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan kaum homoseksual sudah semakin jelas di Indonesia, meskipun dikalangan masyarakat sendiri masih kontroversial. Homoseksual adalah suatu kecenderungan yang terdapat dalam diri seseorang, dimana dia merasa tertarik secara seksual dengan kaum sejenisnya (pria dengan pria, wanita dengan wanita). Data statistik menunjukkan, 8 - 10 juta populasi pria Indonesia pada suatu waktu terlibat pengalaman homoseksual. Dare jumlah ini, sebagian dalam jumlah bermakna terus melakukannya. Mereka oleh psikiater disebut homoseks laten. Karena kesulitan menekan kecenderungan homoseksual di bawah sadarnya, mereka menderita berbagai bentuk kekurangan dalam hal seksualitas. Ketika seseorang menunjukkan identitas dirinya, terutama tentang orientasi seksual tentu tidak mudah bagi kaum homoseksual. Masyarakat telah mempunyai stereotype tertentu terhadap mereka, mulai yang dianggap aneh, menjauhi dalam pergaulan, mencemooh, dsb. Kondisi ini, menjadi faktor yang menghambat kaum gay untuk terbuka terhadap orang lain. Proses membuka dire ini biasa disebut dengan istilah coming out. Menurut penelitian Bohan (1996 dalam Griffith, dkk 2002) Pengungkapan tentang orentasi seksual kaum gay dan lesbian merupakan masalah yang penting karena terkait dengan kekacauan emosional dan ketakutan ditolak oleh orang lain. Selain itu menurut Garnets Kimmel (1993 dalam Griffith, dkk 2002) Pengungkapan akan orientasi seksual pada kaum gay atau lesbian terkait dengan psikological well being dan kepuasan hidup. Hal lain yang terkait erat dengan kaum homoseksual adalah perilaku seksual mereka. Perilaku seksual bebas, tampaknya identik dengan kehidupan mereka sehari-hari. Maka tak heran, jika dalam sejarahnya penyakit AIDS pertama kali ditemukan pads komunitas tersebut. Mengingat besarnya resiko yang dihadapi akibat perilaku seksual mereka, maka pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) sangat dibutuhkan bagi kaum homoseksual. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kaum homoseksual khususnya gay untuk melakukan Pengungkapan diri (self disclosure) atau dalam istilah mereka disebut coming out mengenai orientasi seksual mereka. Mengingat Pengungkapan diri diri (self disclosure) penting bagi perkembangan kesehatan jiwanya. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui gambaran perilaku seksual pads kaum gay dalam melakukan aktivitas seksualnya. Tipe penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Banister (1994) penelitian kualitatif bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang benar atas dunia sosial dengan memaparkan dan menonjolkan basil kualitas pengalaman orang-orang. Subyek penelitian adalah homoseksual yang berada di Surabaya dan menjadi anggota Gaya Nusantara. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Wawancara yang dilakukan bersifat terbuka dan terarah. Analisis data dilakukan dengan dilakukan model analisis interaktif (Miles Huberman,1984). Menurut model ini ketiga komponen analisis yaitu reduksi data , penyajian data, dan penarikan kesimpulan aktivitasnya dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu proses siklus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada gay di Surabaya dapat disimpulkan bahwa: 1. Proses pengungkapan din tentang orientasi seksual yang dimiliki atau biasa disebut dengan coming out bagi kaum gay bukan merupakan hal yang mudah. Hal ini terkait dengan kondisi, reaksi yang diterima dan manfaat yang didapat. Proses untuk membuka diri/ coming out disebabkan oleh adanya stimulus baik stimulus internal maupun stimulus eksternal. Stimulus internal disebabkan oleh dorongan dalam diri individu gay sendiri yang memang memiliki kebutuhan kuat untuk terbuka kepada orang lain mengenai orientasi seksualnya. Sementara stimulus eksternal

Item Type: Other
Additional Information: KKB KK-2 LP 03/08 Mas p FILE ABSTRAK TIDAK BISA DIDOWNLOAD
Uncontrolled Keywords: Perilaku seksual ; Homoseksual pria
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ12-449 Sexual life > HQ75-76.8 Homosexuality. Lesbianism
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1449 Gay men. Lesbians
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Unair Research > Non-Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Endah Mastuti, S.Psi.UNSPECIFIED
Herdina Indrajati, S.Psi.UNSPECIFIED
Fitri Andriani, S.Psi.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Date Deposited: 15 Jun 2017 23:33
Last Modified: 15 Jun 2017 23:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/42849
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item