PERBEDAAN KONSENTRASI BAHAN PEMUTIH GIGI TERHADAP SITOTOKSISITAS MENGGUNAKAN ESEAI MTT

Asti Meizarini, drg., M.KS. (2006) PERBEDAAN KONSENTRASI BAHAN PEMUTIH GIGI TERHADAP SITOTOKSISITAS MENGGUNAKAN ESEAI MTT. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-meizarinia-6438-lp2108-k.pdf

Download (399kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-meizarinia-6438-lp2108.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tidak ada alat atau bahan kedokteran gigi yang sepenuhnya aman, termasuk bahan pemutih gigi. Pemilihan dan penggunaan alat atau bahan kedokteran gigi didasarkan asumsi bahwa keuntungan penggunaan jauh melebihi efek biologis yang merugikan. Konsentrasi bahan pemutih gigi yang sering digunakan di rumah bervariasi, konsentrasinya antara 10, 15 dan 20% karbamid peroksida. Bahan dasar pemutih gigi karbamid peroksida 10% terdiri dari 3,6% hidrogen peroksida. Bahan pemutih gigi hidrogen peroksida untuk penggunaan di klinik sedikitnya menggunakan konsentrasi 35% atau lebih. Secara umum efek samping penggunaan bahan pemutih gigi, menyebabkan gigi sensitif dan iritasi ginggiva (ADA,2005). Aplikasi bahan pemutih gigi harus diusahakan tidak kontak dengan mukosa membran rongga mulut terutama ginggiva, tetapi hal tersebut sulit dihindarkan, oleh sebab itu perlu memastikan bahan pemutih gigi tidak toksik. Uji sitotoksisitas adalah bagian dari evaluasi bahan kedokteran gigi dan diperlukan untuk prosedur skrining standar. Tujuan uji ini untuk mengetahui efek toksik suatu bahan secara langsung terhadap kultur set. Cell lines telah banyak digunakan untuk menguji toksisitas berbagai bahan dan obat-obatan di bidang kedokteran gigi, antara lain sel Baby Hamster Kidney-21 (BHK-21). Salah satu metode untuk menilai sitotoksisitas suatu bahan adalah esei tetrazolium MTT (Fazwishni dan Hadijono, 2000). Uraian pada latar belakang masalah di atas menimbulkan permasalahan: Apakah perbedaan konsentrasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10%, 15%, 20% dan hidrogen peroksida 38% berpengaruh terhadap sitotoksisitas sel BHK-21 dengan menggunakan esei MTT. Sejauh ini efek berbagai konsentrasi bahan pemutih gigi terhadap sitotoksisitas pada sel BHK-21 dengan menggunakan esei MTT belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sitotoksisitas bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10%, 15%, 20% dan hidrogen peroksida 35% terhadap sel B11K-21 menggunakan esei M.77 dan untuk mengetahui konsentrasi bahan pemutih gigi yang sitotoksisitasnya tertinggi terhadap sel BHK-21 menggunakan esei MTT. Jenis penelitian ini eksperimental laboratoris, rancangan penelitian Post test only control group. Subyek penelitian, sampel bahan pemutih gigi Opalescence PF 10%, 15%, 20% dan OpalescenceXtraBoost 38% (Ultradent-USA) Jumlah sampel setiap kelompok 8 buah. Pembuatan bahan uji sampel, didapat dengan melarutkan 10 mg bahan pemutih gigi setiap kelompok dalam 50 ml PBS. Lokasi penelitian Laboratorium PMPP Pusvetma Surabaya. Uji sitotoksisitas adalah sebagai berikut, setiap sumuran pada microplate, diisi sebanyak 100 d. sel BHK-21 dengan kepadatan 2,4x104 sel/ml dalam media kultur Eagles. Bahan uji sampel ditambahkan ke dalam tiap sumuran sebanyak 20 µl, sesuai dengan kelompok sampel. Kontrol sel dan kontrol media disiapkan dengan 8 pengulangan. Kontrol sel adalah tiap sumuran berisi sel fibroblas BHK-21 dengan media kultur Eagles sebagai kontrol positif. Kontrol media adalah tiap sumuran yang berisi media kultur Eaglcv saja sebagai kontrol negatif. Microplate dimasukkan ke dalam inkubator 5 % CO2 suhu 37 °C selama 20 jam. MTT 5 mg/m1 dalam PBS disiapkan dan di filter. Microplate dikeluarkan dari inkubator, media di dalam sumuran di keluarkan menggunakan syringe, sel melekat di dinding dalam sumuran. Pereaksi MTT ditambahkan sebanyak 10 µl untuk setiap sumuran, kemudian di inkubasi kembali selama 4 jam. Total waktu inkubasi dalam inkubator 37 °C selama 24 jam. Setelah masa inkubasi selesai, MTT pada microplate dikeluarkan menggunakan syringe, kemudian ditambahkan larutan DMSO sebanyak 50 µl tiap sumuran untuk menghentikan produk metabolik MTT. Microplate di shaker selama 5 menit. Nilai densitas optik formazan di deteksi dengan ELISA reader panjang gelombang 630 nm. Data yang diperoleh di tabulasi, kemudian di analisis menggunakan Anova satu arah dan bila ada perbedaan, dilanjutkan dengan LSD. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah sel hidup kelompok I = 86,73%, kelompok II = 81,22%, kelompok Ill = 81,82% dan kelompok IV = 64,08%. Persentasi jumlah sel hidup kelompok I yang menggunakan karbamid peroksida konsentrasi 10% tertinggi. Hasil uji Anova didapatkan p<0,05 berarti ada perbedaan bermakna yang disebabkan perbedaan kandungan hidrogen peroksida Hasil uji LSD didapatkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna diantara kelompok I, II, III. Kelompok I, II, III berbeda bermakna dengan kelompok IV dan kontrol. Kelompok IV yang menggunakan hidrogen peroksida konsentrasi paling tinggi yaitu 38%, didapatkan persentase sel hidup yang paling rendah yaitu 64,08% mendekati CD50, sehingga dapat dinyatakan konsentrasi hidrogen peroksida berpengaruh terhadap persentase sel hidup. Kesimpulan pada penelitian ini, bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10%, 15%, 20% dan hidrogen peroksida 38% tidak sitotoksis terhadap sel BHK-21 menggunakan esei MIT dengan parameter CD50. Sitotoksisitas tertinggi terhadap sel BHK-21 menggunakan esei MIT didapatkan pada bahan pemutih yang menggunakan hidrogen peroksida 38 % dan sitotoksisitas terendah didapatkan pada kelompok yang mengandung 10% karbamid peroksida.. Saran, perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan toksisitas bahan pemutih gigi yang dipakai dalam rongga mulut mengingat banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk pemakaian di dalam mulut. Bahan pemutih gigi akan bersentuhan dengan ginggiva manusia yang lapisan atasnya terdiri dari sel epitel, yang kemungkinan akan berbeda dengan sel fibroblas, sehingga perlu dilakukan uji lanjutan untuk mengetahui sitotoksitas bahan pemutih gigi terhadap sel epitel manusia.

Item Type: Other
Additional Information: KKA KK LP 21/08 Mei p
Uncontrolled Keywords: BAHAN PEMUTIH GIGI; ESEAI MTT
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Asti Meizarini, drg., M.KS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Last Modified: 19 Sep 2016 03:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/42852
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item