MODE SASTRA FANTASI DALAM KARYA AGUS NOOR

Adi Setijowati, Dra., M.Hum. and Ida Nurul Chasanah, S.S., M.Hum. (2005) MODE SASTRA FANTASI DALAM KARYA AGUS NOOR. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-setijowati-6337-kkbkk-2-k.pdf

Download (386kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-setijowati-6337-kkbkk-2-7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan urutan-urutan peristiwa dalam empat cerita pendek karya Agus Noor yang terkumpul dalam Memorabilia. Yaitu; Akuarium, Sepotong Bibir di Jalan raya, Keluarga Bahagia, dan Mawar, Batu, Kaca yang Pecah,dan Badak-Badak. Empat cerita pendek Karya Agus Noor diteliti atas dasar adanya kesamaan secara tematik terutama masalah trauma, halunisasi dari perbuatan manusia antara sadar dan tidak sadar. Dalam empat cerita pendek ini ditemukan bahwa ada mode � mode sastra fantastik dalam karya Agus Noor terutama yang berhubungan dengan penggambaran peristiwa real dan unreal sehingga menyebabkan kebimbangan dalam membacanya. Semua tataran cerita diarahkan pada peristiwa-peristiwa aneh dari pandangan umum. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan yang mempunyai karakteristik jenis kualitatif. Untuk mendekati teks digunakan cara metode struktural, metode psikoanalisis, dan metode reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita pendek Akuarium dan Mawar Batu,Kaca yang Pecah dan Badak berhubungan dengan trauma yang diakibatkan kerusuhan etnis, yaitu melalui gambaran tokoh Pitaya dan tokoh Aku. Sedangkan cerpen Keluarga Bahagia berhubungan dengan trauma keluarga yang ditunjukkan perilaku aneh tokoh � tokohnya yang semula tidak percaya pada lembaga perkawinan dan kemudian menurunkan sejumlah 100 anak sebagai sumber kerusuhan kota. Sedangkan cerpen Sepotong Bibir di Jalan Rayaberhubungan dengan raibnya seseorang karena penculikan dan pembunuhan Dari hasil psikoanalisis menunjukkan gejala tekanan mental yang luar biasa berupa kesepian, ancaman, keterasingan, dan kesunyian . Dari karya ini dapat ditarik secara reflektif bahwa karya sastra sebagai abstraksi kehidupan paling tidak merefleksikan kenyataan yang tak disadari yang terjadi di masyarakat yang sering diabaikan. Refleksi itu muncul akibat pasca kerusuhan yang sering terjadi di Indonesia terutama kerusuhan Mei 1998. Akibat yang muncul adalah kelompok masyarakat yang teralienasi, terasing dengan kehidupannya sendiri.

Item Type: Other
Additional Information: KKB KK-2 LP 12/07 Set m
Uncontrolled Keywords: Sastra fantasi
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Unair Research > Non-Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Adi Setijowati, Dra., M.Hum.UNSPECIFIED
Ida Nurul Chasanah, S.S., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Last Modified: 14 Sep 2016 04:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/42924
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item