EFEK ANTITELOMERASE ALKALOID Achyranthes A.L. TERHADAP PEMBELAHAN KROMOSOM DAN INDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL MIELOMA

WURLINA, Dr., drh., M.S. and WIDAJAT S., dr., Sp.FK. and DEWA KETUT MELES, drh., M.S. (2006) EFEK ANTITELOMERASE ALKALOID Achyranthes A.L. TERHADAP PEMBELAHAN KROMOSOM DAN INDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL MIELOMA. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-wurlina-6966-lp6708-t.pdf

Download (378kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-wurlina-6966-lp6708.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fraksi alkaloid tanaman Achyranthes aspera linn yang digunakan pada penelitian ini mengandung 52,36 % yang diduga mempunyai efek antimitosis dan antitelomerase yang dapat menyebabkan kematian sel, menghentikan pertumbuhan dan perkembangan sel yang pertumbuhannya cepat seperti sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitas antitelomerase alkaloid Achyranthes aspera Linn secara in vitro menggunakan kultur sel mieloma dengan menghitung persentase viabilitas sel mieloma dengan pewarnaan tripan blue, induksi apoptosis dengan pewarnaan akridin orange dan etidium bromida, pembelahan sel mieloma dan konsentrasi yang dapat membunuh 50% sel mieloma (LC 50). Keberhasilan penelitian ini diharapkan tanaman Achyranthes aspera linn dapat digunakan sebagai obat antikanker secara tradisional maupun modern yang murah, aman dan nyaman. Pembuatan fraksi alkaloid daun Achyranthes aspera Linn dilakukan menurut metode Pharmacope Indonesia. Hasil dari fraksi alkaloid daun tersebut dibuktikan secara in vitro pada sel mieloma yang terdiri dari 3 kelompok. Kelompok tersebut adalah sebagai berikut : 1) Kelompok 1 sebagai bahan uji, sel mieloma mendapat larutan bahan uji fraksi alkaloid masing-masing dengan konsentrasi 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm dan 1000 ppm 2) Kelompok 2 sebagai kontol negatif, digunakan media RPMI dan DMSO untuk memastikan bahwa bila terjadi efek sitotoksik maka efek ini tidak disebabkan oleh medianya dan 3) Kelompok 3 sebagai kontrol positif, sel mieloma mendapat larutan colchicin 100 ppm. Masing-masing kelompok 1,2 dan 3 diwakili oleh 4 lubang microwell plate sehingga lubang yang digunakan dalam tiap percobaan adalah 24 lubang. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan Anava, hasilnya adalah fraksi Alkaloid Achyranthes aspera /inn pada dosis 100 ppm menyebabkan viabilitas sel meloma secara in vitro sebesar 9,45% ± 5,96% lebih rendah dibandingkan kontrol positif sebesar 13,18% ± 3,67%, menyebabkan sel mengalami apoptosis sebesar 12,66 ± 3,67 % lebih tinggi dari kontrol positif sebesar 9,62 ± 5,96%. Fraksi alkaloid Achyranthes aspera /inn pada dosis 1000 ppm menyebabkan pembelahan sel meloma berhenti pada stadium metafase yaitu 77 ± 1,83% (> 55%), sedangkan dosis yang menyebabkan 50% sel mieloma mati (LC 50) adalah sebesar 0,719 ppm.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP.67/08 Wur e
Uncontrolled Keywords: Antitelomerase Alkaloid; Achyranthes A.L; Sel Mieloma
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
WURLINA, Dr., drh., M.S.UNSPECIFIED
WIDAJAT S., dr., Sp.FK.UNSPECIFIED
DEWA KETUT MELES, drh., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Last Modified: 09 Sep 2016 11:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/43021
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item