Ipteks bagi masyarakat kelompok usaha penggemukan kambing melalui rakitan teknopakan lengkap tanpa hijauan (Complete feed)

SETYO BUDHY, 2012 (2012) Ipteks bagi masyarakat kelompok usaha penggemukan kambing melalui rakitan teknopakan lengkap tanpa hijauan (Complete feed). UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (COVER)
gdlhub-gdl-res-2013-budhysetyo-27450-lp.36-13-i.pdf

Download (544kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ipteks bagi masyarakat (IbM) yang dilakukan oleh staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga untuk menjawab pennasalahan belum diketahui 1) cara memilih pejantan dan induk yang kualitas unggul 2) cara mengolah pakan kambing tanpa hijauan (complete feed) 3) cara memperoleh, memilih cempe dengan kualitas unggul 4) kambing dapat beranak 2 kali dalam setahun dengan jumlah ccmpe yang dilahirkan 3-4 ekor sekelahiran. 4) kawin suntik pada kambing dan 5) eara pengolahan susu kambing menjadi susu pasteurisasi dan Yoghurt. Tujuan kegiatan IbM pada UMKM Prima Fann di desa Plaosan Kecamatan Plaosan kabupaten Magetan adalah sebagai berikut 1) meningkatkan perolehan eempe PE menjadi setahun beranak dua kali dengan jumlah anak mencapai 4 ekor dengan teknik superovulasii 2) superovulasi dan penyerentakan birahi agar didapat hasil kambing PE seeara bersamaan 3) meningkatkan mutu genetik dengan teknologi kawin suntik 4) pengolahan pakan lengkap menggunakan bahan baku pakan lokal (Complete feed) 5) pengolahan lim bah kulit nanas sebagai growth promotor dan 6) Meningkatkan SDM dalam pengolahan pasca panen susu kambing agar mempunyai nilai jual yang tinggi. Metode yang digunakan adalah pendidikan dan peJatihan budidaya IB pada kambing pada anggota UMKM Prima Fann dan melibatkan 7 orang mahasiswa untuk berlatih wirausaha. Hasilnya adalah sangat bennanfaat bagi tim pelaksana untuk menambah wawasan berwirausaha dan terjalinnya kerjasama bersama UMKM, bagi mahasiswa yang ikut dalam kegiatan IbM untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dan sekaligus sebagai ealon wirausaba dan bagi UMKM adalah mendapat ilmu pengetahuan dan Ipteks yang dimiliki perguruan tinggi. Setelah dilakukan sinkronisasi birahi menggunakan POF2a dengan penyuntikan dua kali dengan selang waktu 11 hari. Hasilnya adalah induk kambing yang menunjukkan birahi pada penyuntikan PGF2a pertama sebanyak 56% sedangkan induk kambing yang menunjukkan birahi pada penyuntikan POF2a kedua sebanyak 100%. Terjadinya kebuntingan anak kambing hasH IB menggunakan semen segar sebesar 88% dengan jenis kelamin jantan sebesar 53,49% dan betina sebesar 46,51 %, Kematian anak kambing 14%. Penggemukan kambing menggunakan pakan tanpa hijauan dan growth promotor libah kulit nanas, peningkatan berat badan 200-250 gramJekor!bari. Produksi susu induk kambing dengan tambahan pakan daun belimbing per hari sebesar 0,5·0,8 literl ekor Disarankan IbM dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan dinas terkait. Selain itu IbM hendaknya melibatkan mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dan sebagai calon wirausaha baru ..

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP.36/13 Bud i
Uncontrolled Keywords: Sinkronisasi birahi, Inseminasi buatan, complete feed, susu, Kambing PE
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF380-388 Goats
S Agriculture > SF Animal culture > SF84.82-85.6 Rangelands. Range management. Grazing
Divisions: Unair Research
Creators:
CreatorsEmail
SETYO BUDHY, 2012UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorUNIVERSITAS AIRLANGGA, UNIVERSITAS AIRLANGGAUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 15 Sep 2016 05:42
Last Modified: 15 Sep 2016 05:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/43160
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item