PROFIL PEKERJA ANAK-ANAK USIA WAJIB SEKOLAH DAN SUMBANGANNYA PADA EKONOMI KELUARGA-KELUARGA MISKIN DI PEDESAAN

Endang Dwiyanti, and Soenarnatalina, and Mahmudah, and Rachma Indawati, and Lilis Sulistyorini, (1997) PROFIL PEKERJA ANAK-ANAK USIA WAJIB SEKOLAH DAN SUMBANGANNYA PADA EKONOMI KELUARGA-KELUARGA MISKIN DI PEDESAAN. LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (208kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian sebagaimana yang dilaporkan mengajukan beberapa permasalahan sebagai berikut: Pertama, bagaimanakah latar belakang sosial ekonomi anak-anak usia wajib sekolah? Kedua, jenis pekerjaan macam apakah yang banyak digeluti oleh para pekerja usia wajib sekolah di atas, apakah bekerja di sektor domestik, industri, pertanian, jasa dan sebagainya? Ketiga, berapa besar penghasilan dan bagaimankah pemanfaatan penghasilan tersebut? Dengan demikian, secara garis besar penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan latar belakang sosial ekonomi pekerja usia wajib sekolah, macam pekerjaan yang digeluti, pola pemanfaatan penghasilan yang diterima dan pandangannya terhadap nilai kerja. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sidoarjo. Populasi penelitian ini adalah para pekerja usia wajib sekolah di wilayah ini. Sedangkan penarikan sampelnya menggunakan teknik accidental sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui tiga cara, yaitu wawancara langsung ke responden. melakukan observasi terhadap kehidupan pekerja anak usia wajib sekolah dan melakukan koleksi data sekunder. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja usia wajib sekolah yang diteliti berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan umur responden rata-rata berkisar antara 10-14 tahun, yang sebagian besar berumur 10-11 tahun. Dari segi status pendidikan, lebih dari dua pertiga responden masih sekolah, yang sebagian besar duduk di bangku sekolah dasar. Sedangkan yang sudah tidak sekolah lagi, umumnya telah menyelesaikan sekolah dasar, meskipun beberapa ada yang tidak tamat sekolah dasar. Orangtua responden umumnya bekerja di sektor pertanian, yaitu sebagai buruh tani atau petani dengan luas lahan kurang dari 0,5 ha, Sedangkan penghasilan keluarga responden sebagian besar kurang dari 200.000 rupiah per bulan. Yang agak memprihatinkan, sebagian besar responden orangtuanya mempunyai anak tiga. kenyataan ini menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan dan kesejahteraan keluarga responden masih jauh dari memadai. Bidang kerja yang digeluti responden umumnya di sektor industri, karena sektor ini dianggap ada kepastian dalam hal upah, baik dari segi jumlah maupun waktunya. Disamping itu, banyak juga yang bergerak di sektor perdagangan/jualan, karena bekerja di sektor ini dinilai pekerja waktunya sangat fleksibel, sehingga mereka tidak terikat waktu kerja secara pasti. Sementara itu, sebagian pekerja yang bergerak di sektor Jasa umumnya didasarkan pertimbangan karena sektor ini tidak membutuhkan modal yang banyak dan tidak terikat waktu. Dari pekerjaan-pekerjaan di atas, sebagian besar responden dapat memperoleh penghasilan antara 50 sampai kurang dari 100 ribu per bulan. Penghasilan-penghasilan responden umumnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Di samping itu, hampir semua responden menyisihkan sebagian penghasilannya untuk disumbangkan pada orang tua atau keluarga; dan sebagian bahkan sempat ditabung. Para pekerja usia wajib sekolah yang diteliti umumnya memandang nilai kerja sebagai suatu keharusan demi hidup. Meskipun begitu, tidak sedikit responden yang memandang bekerja hanya sebagai pengisi waktu luang. Yang menarik, sebagian pekerja memandang nilai kerja sebagai suatu kewajiban yang bersifat sakral, atas perintan Allah SWT. Seberapa Saran yang diajukan tim peneliti adalah pertama, perlunya perlindungan dan penegakan hukum terhadap pekerja usia wajib sekolah; kedua, perlu adanya bantuan baik dalam bentuk modal ke orangtua maupun beasiswa; ketiga, perlu diadakan kerjasama antara pihak perusahaan dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuka sekolah-sekolah malam di daerah kantong-kantong industri.

Item Type: Other
Additional Information: KKB KK-2 331.31 Pro 1
Uncontrolled Keywords: Pekerja anak-anak; keluarga miskin
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Unair Research > Non-Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Endang Dwiyanti, UNSPECIFIED
Soenarnatalina, UNSPECIFIED
Mahmudah, UNSPECIFIED
Rachma Indawati, UNSPECIFIED
Lilis Sulistyorini, UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
AuthorEndang Dwiyanti, UNSPECIFIED
AuthorSoenarnatalina, UNSPECIFIED
AuthorMahmudah, UNSPECIFIED
AuthorRachma Indawati, UNSPECIFIED
AuthorLilis Sulistyorini, UNSPECIFIED
Depositing User: Ny Wahyuni -
Date Deposited: 23 Sep 2016 08:38
Last Modified: 23 Sep 2016 08:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/43720
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item