STUDI PERBANDINGAN TENTANG KETIMPANGAN HASIL KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN BUDIDAYA AGROPOLITAN (Perbandingan Kawasan Budidaya Agropolitan di Desa Ngringinrejo dan Desa Wedi Kabupaten Bojonegoro)

Khoirul Fatihin, 071211132001 (2016) STUDI PERBANDINGAN TENTANG KETIMPANGAN HASIL KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN BUDIDAYA AGROPOLITAN (Perbandingan Kawasan Budidaya Agropolitan di Desa Ngringinrejo dan Desa Wedi Kabupaten Bojonegoro). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FIS.AN.65-16 Fat s-min.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Indonesia memiliki potensi sektor pertanian yang sangat tinggi, namun potensi ini tidak diikuti dengan tingkat kesejahteraan petani. Konsep pembangunan yang selama ini dilakukan juga menciptakan ketimpangan pada wilayah kota dan desa. Untuk itu, pemerintah menggunakan konsep agropolitan untuk pengembangan wilayah Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah terjadinya ketimpangan hasil yang terjadi di Desa Ngringinrejo dengan komoditas utama buah Belimbing dan Desa Wedi dengan komoditas utama buah Salak. Ketimpangan ini dilihat dalam tiga aspek yakni produktivitas, harga, dan kemudahan pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian perbandingan. Terdapat lima aspek yang diperbandingkan yakni : (1) Manajemen Pengembangan Kawasan Agropolitan; (2) Kondisi Fisik Kawasan agropolitan; (3) Lembaga Pelaksana Kebijakan Agropolitan di Tingkat Desa; (4) Dukungan Pemerintah Desa; dan (5) Dukungan Masyarakat Tani. Berdasarkan analisis pembahasan yang bersifat kualitatif, ditemukan bahwa kondisi kelima aspek tersebut dapat dikatakan jauh berbeda di kedua desa. Namun di luar itu ada kondisi dimana kedua desa mengalami hal yang sama yakni ketika awal pelaksanaan kebijakan. Kondisi itu disebut sebagai “fenomena jebakan harga” atau “price trap”. Kondisi tersebut disebabkan oleh harga komoditas yang rendah sehingga menyebabkan komitmen pemerintah desa dalam melaksanakan kebijakan juga rendah, diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam mendukung kebijakan juga rendah sehingga perawatan terhadap komoditas juga rendah, dan menyebabkan kualitasnya juga rendah dan akhirnya kembali menyebabkan harga yang rendah. Namun yang menjadi pembeda adalah bahwa Desa Ngringinrejo mampu keluar dari kondisi ini dengan adanya pemerintahan baru di akhir tahun 2013. Sedangkan kondisi di Desa Wedi diperparah dengan tidak ditanggapinya permintaan bantuan pengairan oleh Kabupaten.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.AN.65/16 Fat s
Uncontrolled Keywords: Perbandingan, Ketimpangan Hasil, Implementasi Kebijakan, Agropolitan.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races > HT101-395 Urban groups. The city. Urban sociology > HT165.5-169.9 City planning
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Negara
Creators:
CreatorsEmail
Khoirul Fatihin, 071211132001UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSunaryo, Drs. H., M.Pst.UNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 09 Sep 2016 04:35
Last Modified: 20 Jun 2017 17:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/44025
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item