PELAKSANAAN PROGRAM SISTER CITY DI KOTA SURABAYA DALAM PERSPEKTIF SOUND GOVERNANCE

Heni Nurul Nilawati, 071211131091 (2016) PELAKSANAAN PROGRAM SISTER CITY DI KOTA SURABAYA DALAM PERSPEKTIF SOUND GOVERNANCE. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (429kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FIS.AN.77-16%20Nil%20p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sister city menjadi salah satu langkah yang ditempuh Surabaya untuk mengembangkan wilayahnya. Surabaya dapat mempromosikan potensi kota, memanfaatkan potensi kota mitra untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak didapatkan di dalam negeri. Namun dalam pelaksanaanya, terdapat kegiatan yang menjadi polemik publik yakni kunjungan kerja (kunker), baik yang dilakukan oleh pemerintah kota maupun DPRD Kota Surabaya. Kunker ini menjadi perhatian masyarakat, termasuk media. Tujuan penelitian ini menggambarkan bagaimana pelaksanaan program sister city di Kota Surabaya dengan perspektif sound governance. Sound governance digunakan untuk menggambarkan pemerintahan yang jelas, dengan melibatkan empat aktor yaitu pemerintah, swasta, masyarakat dan elemen internasional (kota mitra maupun organisasi internasional). Penelitian ini menggunakan sepuluh dimensi dalam perspektif sound governance oleh Ali Farazmand (2004). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, tipe penelitian deskriptif, lokasi penelitian di Bagian Kerjasama, Bappeko, Dinas Pendidikan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta DPRD Kota Surabaya. Informan yang diambil dalam penelitian ini yaitu para pihak yang dapat menjelaskan pelaksanaan program sister city di Kota Surabaya. Teknik penentuan informan yaitu purposive dan snowball. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah Surabaya perlu meningkatkan dimensi kognisi dan nilai dalam keseimbangan pihak yang berangkat kunker (eksekutif dan legislatif). Dimensi etika, akuntabilitas dan transparansinya masih kurang karena komunikasi antar pemerintah eksekutif dan legislatif minim koordinasi. Untuk dimensi lainnya sudah cukup baik terlaksana pada program sister city di Kota Surabaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.AN.77/16 Nil p
Uncontrolled Keywords: sister city, kunjungan kerja, sound governance
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races > HT101-395 Urban groups. The city. Urban sociology > HT165.5-169.9 City planning
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Negara
Creators:
CreatorsEmail
Heni Nurul Nilawati, 071211131091UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGitadi Tegas Supramudyo, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 09 Sep 2016 08:49
Last Modified: 20 Jun 2017 17:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/44037
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item