ANALISIS TEORI PENDEKATAN MONETER PADA KURS MATA UANG RUPIAH TERHADAP DOLAR AS PERIODE TAHUN 1994.1- 2006.4

Singgih Afri Pambudi, 049916454 (2008) ANALISIS TEORI PENDEKATAN MONETER PADA KURS MATA UANG RUPIAH TERHADAP DOLAR AS PERIODE TAHUN 1994.1- 2006.4. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-pambudisin-8977-c5308-k.pdf

Download (391kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
4431.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keberlakuan teori pendekatan moneter pada nilai tukar rupiah terhadap dolar. Data yang digunakan adalah data kuartalan selama dua belas tahun yang dibagi dalam dua periode, yaitu periode sebelum krisis ekonomi tahun 1994 kuartal pertama sampai tahun 1997 kuartal kedua, dan periode selama krisis ekonomi tahun 1997 kuartal ketiga sampai 2006 kuartal keempat, dengan menggunakan metode ordinary least square (OLS). Penelitian ini menggunakan variabel-variabel yang diantaranya adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar (variabel dependen) dan variabel selisih jumlah uang beredar, selisih tingkat output, selisih tingkat suku bunga dan selisih tingkat harga (variabel independen). Dari hasil analisis didapatkan bahwa baik dalam periode sebelum krisis ekonomi maupun selama krisis ekonomi, teori pendekatan moneter tidak berlaku pada nilai tukar rupiah terhadap dolar. Tidak berlakunya teori pendekatan moneter sebelum krisis ekonomi disebabkan oleh karena hanya dihasilkannya dua variabel bebas pada persamaan regresi, yaitu variabel selisih jumlah uang beredar dan selisih tingkat suku bunga setelah dilakukan pengujian perbaikan dengan menghilangkan variabel¬variabel yang tidak signifikan. Sedangkan dua variabel lain yang dihilangkan pada saat regresi diketahui tidak memiliki pengaruh signifikan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar. Hal ini disebabkan karena adanya dominasi yang kuat dari variabel jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga, seperti yang terlihat pada tingginya permintaan rupiah dan besarnya selisih suku bunga dalam dan luar negeri yang selanjutnya mendorong derasnya arus modal masuk ke Indonesia. Sedangkan dalam periode selama krisis ekonomi tidak berlakunya teori pendekatan moneter disebabkan oleh karena variabel selisih jumlah uang beredar dan selisih tingkat output memiliki tanda koefisien yang berlawanan dengan teori. Dalam hubungannya dengan kurs valuta asing, kedua variabel tersebut memperlihatkan kondisi mata uang rupiah yang mengalami fluktuasi dalam perekonomian. Beberapa faktor yang mendorong terj adinya apresiasi mata uang rupiah yaitu membaiknya faktor resiko, tercukupinya pasokan valuta asing, dan munculnya sentimen positif. Sedangkan terjadinya depresiasi mata uang rupiah terlihat pada saat pendapatan riil domestik mengalami penurunan, yang menyebabkan berkurangnya permintaan akan keseimbangan uang, dan selanjutnya mendorong terjadinya kenaikan harga barang¬-barang domestik. Oleh karena itu, untuk menjamin terjaganya ekspektasi inflasi, diperlukan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah dengan menempuh kebijakan moneter ketat serta optimalisasi penggunaan instrumen moneter guna menyerap ekses likuiditas di pasar uang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 C. 53/08 Pam a
Uncontrolled Keywords: MONETARY POLICY; FOREIGN EXCHANGE RATES
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking > HG1621-1638 Interest rates. Interest tables
H Social Sciences > HG Finance > HG3810-4000 Foreign exchange. International finance. International monetary system
Q Science > QA Mathematics > QA299.6-433 Analysis
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Singgih Afri Pambudi, 049916454UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSuprajitno, Drs.,Ec.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 27 Jan 2009 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 16:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/4431
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item