HABITUS DAN ARENA KERJA KONSULTAN DI KOTA SURABAYA DALAM PERSPEKTIF BOURDIEU

Claudia Anridho, 071211732035 (2016) HABITUS DAN ARENA KERJA KONSULTAN DI KOTA SURABAYA DALAM PERSPEKTIF BOURDIEU. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (150kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FIS.ANT.38-16 Anr h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perusahaan konsultan adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Pengguna jasa dari perusahaan konsultan adalah pihak pemberi proyek yakni SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah), Instansi, dan Swasta dimana perusahaan konsultan merupakan mitra pihak pemberi proyek untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program-program tertentu. Dalam hal cara kerja, konsultan memiliki cara mereka sendiri dalam menggarap sebuah proyek dimana mekanisme tersebut juga memiliki syarat administratif yang harus dipenuhi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana habitus dan arena kerja konsultan di Kota Surabaya dalam bekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi. Penggalian data kualitatif yakni melalui observasi partisipasi, observasi dan wawancara mendalam pada informan yaitu Direktur Perusahaan, Tenaga Ahli, Pegawai Administrasi, dan INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia). Data lain didapat melalui dokumen. Teknik analisa data menggunakan analisis etnografis. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 3 habitus konsultan yakni: (1) habitus manajemen konsultan dalam mencari proyek yakni dalam sistem PL (Penunjukan Langsung) dan tender/lelang, (2) habitus manajemen konsultan dalam proses perekrutan yakni melalui jaringan kekerabatan dan pertemanan, (3) habitus penyusunan laporan konsultan dalam proyek yakni terdapat kerjasama dalam satu tim tenaga ahli sesuai bidang hingga proyek dapat terselesaikan dalam bentuk Laporan Akhir dan dipresentasikan. Dalam arena kerja konsultan, supaya bisa terus survive/bertahan adalah melalui kepemilikan modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolik namun yang paling utama adalah kepemilikan modal sosial yakni membangun relasi dengan cara lobi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.ANT.38/16 Ant h
Uncontrolled Keywords: konsultan, perusahaan konsultan, habitus, arena kerja, modal sosial
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD5701-6000.9 Labor market. Labor supply. Labor demand
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Claudia Anridho, 071211732035UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMoh. Adib, Drs., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 13 Sep 2016 02:46
Last Modified: 27 Jul 2017 17:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45179
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item