ANALISIS PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PERUSAHAAN ROKOK X DI SIDOARJO

Mulyansari, Vika, NIM. 040214298 (2009) ANALISIS PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PERUSAHAAN ROKOK X DI SIDOARJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-mulyansari-10869-a8209-t.pdf

Download (368kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-mulyansari-9992-a8209-a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (671kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pajak merupakan salah satu penerimaan negara yang memegang peranan penting, karena merupakan komponen terbesar dan sumber utama penerimaan dalam negeri untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah. Karena pemerintah merupakan aparat perpajakan yang sesuai dengan fungsinya berkewajiban untuk memberikan pembinaan, penelitian dan pengawasan terhadap pelaksanaan kewajiban perpajakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Wajib Pajak dengan pemerintah mempunyai kepentingan yang berbeda dalam hal pembayaran pajak. Wajib pajak berusaha membayar pajak sekecil mungkin karena dengan membayar pajak berarti mengurangi kemampuan ekonomis wajib pajak. Di lain pihak, pemerintah memerlukan dana dari penerimaan pajak untuk membiayai pengeluaran pemerintah. Pajak adalah pungutan yang didasarkan pada pelaksanaan perundang-undangan perpajakan secara benar bukan merupakan kontribusi yang sifatnya sukarela. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban pajak adalah melalui penghematan pajak (tax saving). Perusahaan Rokok ”X” merupakan perusahaan yang bergerak di salah satu industri strategis dengan aktivitas utama di bidang perancangan dan pembuatan rokok. Dalam menjalankan usahanya Perusahaan Rokok ”X” masih belum melakukan penghematan pajak secara tepat, hal ini dapat dilihat dari adanya koreksi fiskal pada laporan keuangan tahun 2006 dan tahun 2007 dimana dalam pos harga pokok penjualan, biaya umum dan administrasi terdapat biaya rekreasi karyawan, biaya pengobatan atau perawatan, biaya asuransi jiwa dan cadangan pesangon pegawai. Berdasarkan pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-Undang No. 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan, biaya-biaya tersebut tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sebagai biaya fiskal. Hal ini tentu saja mengakibatkan Penghasilan Kena Pajaknya menjadi lebih besar, sehingga secara otomatis perusahaan harus membayar pajak dalam jumlah yang lebih besar pula. Adanya penerapan penghematan pajak dengan memanfaatkan biaya-biaya fiskal yang boleh dikurangkan dan penghasilan yang dikecualikan sebagai obyek pajak secara tepat, maka Perusahaan Rokok ”X” dapat menghemat Pajak Penghasilan (PPh) pada tahun 2006 sebesar Rp. 128.927.062,2 dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 144.443.884,65.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK A. 82/09 Mul a
Uncontrolled Keywords: INCOME TAX � AUDITING; TAX PLANNING
Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue > HJ4629-4830 Income tax
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
Mulyansari, Vika, NIM. 040214298UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDjoko Dewantoro, Drs. H., MSi., Ak.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 24 Jul 2009 12:00
Last Modified: 15 Jul 2016 08:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/4518
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item