KONSTRUKSI SOSIAL PEKERJAAN OUTSOURCING DI KALANGAN BURUH PERTAMBANGAN DI BONTANG

ANGELINA LONDA, 071211431100 (2016) KONSTRUKSI SOSIAL PEKERJAAN OUTSOURCING DI KALANGAN BURUH PERTAMBANGAN DI BONTANG. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (109kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FIS.S.68-16 Lon k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sistem outsourcing merupakan salah satu sistem kerja yang menggunakan jasa ahli daya dalam mengelola suatu pekerjaan atau proyek tertentu. Banyak peraturan pemerintah yang membahas tentang sistem outsourcing, tetapi dianggap belum memecahkan masalah karena pekerja masih merasa bahwa sistem outsourcing sangat tidak membela kaum pekerja yang justru menguntungkan bagi perusahaan. Namun karena sulitnya pekerjaan yang tersedia bagi tenaga kerja, sehingga membuat para pekerja akhirnya menerima sistem kerja outsourcing yang dibuat oleh perusahaan. Maka sangat menarik untuk melihat secara lebih dalam bagaimana karyawan outsourcing mengkonstruksikan nilai kerja pada pekerjaannya dan bagaimana dampak status outsourcing terhadap karyawan pertambangan batu bara Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann serta teori nilai kerja dari Karl Marx. Paradigma yang digunakan adalah definisi sosial dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Bontang dengan lima informan, dipilih dengan menggunakan teknik purposive pada pekerja outsourcing yang bekerja di pertambangan dan dilihat dari usia, jenis kelamin, status kekeluargaan, dan pengalaman kerja. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pekerja laki-laki yang berpengalaman belum berpengalaman, telah menikah maupun belum menikah memaknai pekerjaannya sebagai sistem kerja yang tidak memihak pada pekerja dan memaknai pekerjaannya sebagai suatu bentuk eksploitasi, pekerja laki-laki yang belum menikah tetap merasa tereksploitasi dikarenakan upah yang tidak sesuai dengan tenaga yang digunakan saat bekerja. Sedangkan perempuan baik yang menikah maupun sudah menikah memaknai pekerjaan outsourcing sebagai pekerjaan yang bersifat tidak meeksploitasi, jika dilihat berdasarkan pembagian waktu kerja.. Selain itu terdapat beberapa dampak yaitu dampak pada kesejahteraan pekerja bagi pekerja laki-laki kesejahteraan masih kurang terpenuhi, sedangkan pekerja perempuan, upah yang diterima sudah sesuai. Dampak kinerja pekerja yang tetap memiliki etos kerja, dampak sosial pada proses adaptasi memiliki hubungan yang baik dan saling memiliki rasa simpati antar pekerja, kerjasama antar pekerja juga tetap dilakukan, serta mendapat dukungan keluarga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.S.68/16 Lon k
Uncontrolled Keywords: Pekerja, Outsourcing, Makna Kerja, Dampak
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ANGELINA LONDA, 071211431100UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSutinah, Dr.,Dra., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 16 Sep 2016 02:54
Last Modified: 16 Sep 2016 02:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45238
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item