DASAR-DASAR PENYEMBUHAN LUKA

Saputro Doso, Iswinarno (2014) DASAR-DASAR PENYEMBUHAN LUKA. In: DASAR-DASAR PENYEMBUHAN LUKA. GLOBAL PERSADA PRESS, Surabaya, pp. 1-92. ISBN 978-602-7676-12-1

[img]
Preview
Text
Karil2.pdf

Download (548kB) | Preview
[img]
Preview
Text
peerreview_validasi2.pdf

Download (443kB) | Preview

Abstract

Ilmu penyembuhan luka telah diketahui sejak abad lalu, dan sejak 2 dekade terakhir berkembang pesat sampai tingkat molekular. Terobosan terbaru dalam penyembuhan diketahuinya dengan jelas luka ialah mekanisme biologi perbaikan jaringan dan kegunaan klinis sitokin yang sangat berperan dalam proses awal penyembuhan luka. Luka didefinisikan sebagai suatu kerusakan integritas dari kulit atau terputusnya kontinuitas suatu jaringan. Sementera luka diklasifikasikan atas luka akut yaitu luka trauma yang segera mendapat penanganan dan biasanya dapat sembuh dengan baik bila tidak terjadi komplikasi. Kriteria luka akut adalatr luka baru, mendadak dan penyembuhan sesuai dengan wakhr yang diperkirakan, contohnya luka sayat, luka bakar, luka tusuk, crush injury. Luka operasi dapat dianggap sebagai luka akut yang dibuat oleh ahli bedah, contohnya luka jahit, skin grafting. Kriteria Luka kronik adalah luka yang berlangsung lama atau sering rekuren dimana terjadi gangguan pada proses penyembuhan yang biasanya disebabkan oleh masalah multifaktor dari penderita. Pada luka kronik, luka gagal sembuh pada waktu yang diperkirakan, tidak berespon baik terhadap terapi dan punya tendensi untuk timbul kembali. contohnya ulkus decubitus, ulkus diabetikum, ulkus varicosum dan Tahapan penyembuhan juga luka bakar. luka secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 fase, yaitu (l) fase inflamasi akut, terjadi hemostasis dan infrltrasi sel-sel inflamasi (2) fase proliferative, yang ditandai dengan proliferasi dari fibroblas, granulasi, kontraksi dan cpitelisasi, yang terakhir (3) fase remodeling atau maturasi skar. Hasil akhir dari penyembuhan jaringan parut, kecuali pada luka adalah terbentuknya tulang. Adanya hambatan pada proses inflamasi dapat menyebabkan yang berakibat pada perubahan parut yang luka menjadi kronis, arsitek jaringan. berlebihan dapat menimbulkan misalnya fibrosis pada hepar, striktura oesephagus Jaringan masalah baru, ataupun masalah kosmetik dengan adanya keloid. Sebagai atrli bedah yang rutin berkecimpung luka diharapkan dapat memahami proses penyembuhan secara mendalam dan diharapkan dapat mengontrol penyembuhan luka dan pembentukan Pada referat ini akan dibahas pada proses penyembuhan

Item Type: Book Section
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik (Spesialis)
Creators:
CreatorsNIM
Saputro Doso, Iswinarnoiswinarno@yahoo.com
Depositing User: Bayu Yulianti
Date Deposited: 2015
Last Modified: 04 Oct 2016 05:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45256
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item