PENGARUH SELF MANAGEMENT EDUCATION TERHADAP PEMBERDAYAAN PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK DI RSUD WANGAYA DENPASAR

PUTU WIRA KUSUMA PUTRA, 131414153017 (2016) PENGARUH SELF MANAGEMENT EDUCATION TERHADAP PEMBERDAYAAN PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK DI RSUD WANGAYA DENPASAR. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (356kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
282. TKP.28-16 Put p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

PPOK merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kronik di seluruh dunia. Tahun 2020 PPOK diprediksi sebagai penyebab kematian keempat di dunia. Pemberdayaa pasien untuk berpartisipasi aktif dibutuhkan dalam penanganan pasien PPOK. Akan tetapi, pemberdayaan pasien PPOK dalam mengelola penyakitnya masih rendah. Self management education merupakan salah satu intervensi untuk meningkatan pemberdayaan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self management education terhadap pemberdayaan pasien PPOK. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment dengan pendekatan pre test and post test control group design. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling yaitu sebesar 36 orang yang terdiri dari 18 kelompok perlakuan yang mendapatkan self management education melalui media booklet dan 18 kelompok kontrol yang mendapat prosedur edukasi yang berlaku di ruangan. Sampel diambil dari populasi pasien PPOK di Poliklinik paru RSUD Wangaya yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diambil meliputi karakteristik responden, pengetahuan, sikap, tindakan, kemampuan mengambil keputusan, self efficacy dan gejala PPOK. Data dikumpulkan dengan mengunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Paired t test, dan Mann whitney U test. Hasil uji statistik Mann Whitney U test menunjukkan ada perbedaan komponen pemberdayaan (pengetahuan, sikap, tindakan, kemampuan mengambil keputusan dan self efficacy) antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan p=<0,0001, sedangkan untuk gejala PPOK tidak terdapat perbedaan dengan p=0,713. Self management education efektif meningkatkan pemberdayaan pasien PPOK, tetapi belum efektif menurunkan gejala PPOK. Penelitian di tempat yang berbeda dengan responden yang lebih homogen dan waktu pengamatan yang lebih panjang perlu dikembangkan untuk penelitian selanjutnya

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKP.28/16 Put p
Uncontrolled Keywords: self management education, pemberdayaan, gejala PPOK
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 13. Fakultas Keperawatan
Creators:
CreatorsEmail
PUTU WIRA KUSUMA PUTRA, 131414153017UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Amin, Prof. Dr. dr., Sp.P (K)UNSPECIFIED
ContributorNinuk Dian Kurniawati, S.Kep.,Ns.,MANPUNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 06 Nov 2016 21:22
Last Modified: 21 Jun 2017 15:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45523
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item