HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA UNIT 1 BOILER PJB TANJUNG AWAR-AWAR

DINDA PUTRI LESTARI, 101211133014 (2016) HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA UNIT 1 BOILER PJB TANJUNG AWAR-AWAR. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (205kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 226-16 Les h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

vii ABSTRAK Boiler adalah bejana uap yang memiliki fungsi sebagai tempat proses pembakaran hingga menghasilkan uap. Berada di sekitar boiler akan terasa panas dan bising, ditambah dengan penerangan yang kurang memadai dapat meningkatkan kelelahan kerja. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mencari hubungan antara faktor lingkungan kerja khususnya pencahayaan, kebisingan dan suhu kerja dengan tingkat kelelahan kerja di unit 1 boiler PJB UBJOM Tanjung Awar-Awar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Responden berjumlah 27 orang pekerja unit 1 boiler. Pengukuran lingkungan kerja yang dilakukan adalah pengukuran intensitas pencahayaan, kebisingan dan suhu kerja. Pengisian kuesioner alat ukur perasaan kelelahan kerja (KAUPK2) oleh pekerja bertujuan untuk mengetahui tingkat kelelahan kerja yang dialami pekerja. Variabel dalam penelitian ini meliputi pencahayaan, kebisingan, suhu kerja dan kelelahan kerja. Hasil penelitian ini adalah intensitas pencahayaan unit 1 boiler pada beberapa titik tidak memenuhi syarat. Uji korelasi spearmen menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p<0.05) antara pencahayaan dengan kelelahan kerja. Intensitas kebisingan di unit 1 boiler sebagian besar melebihi nilai ambang batas. Hasil uji korelasi spearmen menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p<0.05) antara kebisingan dengan kelelahan kerja. Suhu kerja di unit 1 boiler sebagian besar melebihi ambang batas suhu nyaman untuk bekerja. Uji korelasi spearmen menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p<0.05) antara suhu kerja dengan kelelahan kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja dengan kelelahan kerja. Apabila lingkungan kerja melebihi batas aman maka kemungkinan terjadi kelelahan kerja akan semakin besar. Perusahaan sebaiknya melakukan pegukuran lingkungan kerja secara rutin dengan benar untuk mengontrol kondisi lingkungan kerja dan kelelahan kerja dapat diminimalisir.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 226-16 Les h
Uncontrolled Keywords: pencahayaan, kebisingan, suhu kerja, kelelahan kerja
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
DINDA PUTRI LESTARI, 101211133014UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEndang Dwiyanti, Dra., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 13 Nov 2016 17:37
Last Modified: 29 Mar 2018 01:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45661
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item