HUBUNGAN ANTARA PERSONAL FACTORS DAN JOB FACTORS DENGAN UNSAFE ACTIONSPADA PEKERJA PENGELASAN DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA

YUSIKA VIENTA YUDHAWAN, 101211133076 (2016) HUBUNGAN ANTARA PERSONAL FACTORS DAN JOB FACTORS DENGAN UNSAFE ACTIONSPADA PEKERJA PENGELASAN DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (192kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 227-16 Yud h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga. Berdasarkan teori ILCI Loss Caution Model, penyebab langsung kecelakaan kerja yaitu unsafe actions dan unsafe conditions. Sebagian besar kecelakaan kerja disebabkan karena unsafe action. Penyebab yang melatarbelakangi adanya unsafe actions yakni personal factors dan job factors. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi personal factors, job factors, dan unsafe action serta menganalisis adanya hubungan antara personal factors dan job factors dengan unsafe action pada pekerja pengelasan di PT Dok dan Perkapalan Surabaya. Penelitian ini bersifat observasional dan dilaksanakan dengan rancang cross sectional. Sampel diambil dari total populasi pekerja pengelasan sebanyak 22 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah personal factors (tingkat pengetahuan, kelelahan kerja, stres kerja), job factors (pengawasan), dan unsafe action. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja pengelasan cenderung melakukan unsafe action sedang dengan persentase sebesar 68,2%. Pekerja pengelasanmemiliki pengetahuan baik mengenai keselamatan dan kesehatan kerja dengan persentase sebesar 54,5%. Pekerja pengelasan merasa kurang lelah dengan persentase sebesar 50%. Sebesar 72,7% pekerja pengelasan merasa stres rendah dan pengawasan yang dilakukan perusahaan sudah baik dengan persentase sebesar 81,8%. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (sig 0,035), kelelahan (0,039), dan pengawasan (0,001) dengan unsafe action pekerja. Tidak terdapat hubungan antara stres kerja (0,057) dengan unsafe action pekerja. Disarankan perlu adanya safety talk mengenai keselamatan dan kesehatan kerja terutama terkait dengan bahaya pekerjaan pengelasan dan pemahaman mengenai manfaat penggunaan alat pelindung diri. Selain itu, perlu dilakukan pengaturan jam kerja untuk mencegah kelelahan serta meningkatkan pengawasan yang dilakukan dan secara berkala menindaklanjuti adanya pekerjaan tidak aman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 227-16 Yud h
Uncontrolled Keywords: unsafe action, personal factors, job factors
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
YUSIKA VIENTA YUDHAWAN, 101211133076UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEndang Dwiyanti, Dra., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 13 Nov 2016 17:43
Last Modified: 29 Mar 2018 01:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45662
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item