KOMITE SEKOLAH SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 1 SANANKULON

TRIYANA DAMAYANTI, 071414753010 (2016) KOMITE SEKOLAH SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 1 SANANKULON. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (792kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
TSO.15-16 Dam k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Studi ini mengambil lokasi di SMPN 1 Sanankulon Kabupaten Blitar. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan mengambil informan dengan cara purposive sampling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis tentang peran Komite Sekolah sebagai modal sosial dalam proses pembelajaran di SMPN 1 Sanankulon Kabupaten Blitar. Studi ini didasari oleh latar belakang peran Komite Sekolah yang terbatas menjadi penggalang dana dari orang tua siswa. Kemudian rendahnya partisipasi masyarakat karena adanya kebijakan pemberian bantuan dan Biaya Operasional Sekolah (BOS) oleh pemerintah. Dari latar belakang tersebut rumusan masalah dalam studi ini adalah: 1. Bagaimana sekolah menggunakan modal yang dimiliki untuk mendukung proses pembelajaran? 2. Bagaimana sekolah mendorong dan memanfaatkan peran serta (partisipasi) warga sekolah untuk mendukung proses pembelajaran?3. Bagaimana peran dan partisipasi para anggota Komite Sekolah dalam mendukung proses pembelajaran? Menurut Bourdieu (1986) Modal sosial dianggap sebagai sekelompok sumber-sumber aktual atau potensial yang berhubungan dengan kepemilikan suatu jaringan yang bertahan dari hubungan-hubungan yang kurang lebih melembaga dari saling mengetahui atau menghargai untuk membangun dan menciptakan kepercayaan (trust). Dimana Fukuyama (2001) menyebutkan bahwa Modal sosial merupakan serangkaian norma informal yang meningkatkan kerjasama dua individu atau lebih dimana unsur terpenting dalam modal sosial adalah kepercayaan (trust). Baik Bourdieu maupun Fukuyama menjadikan kepercayaan sebagai hal terpenting dimana fukuyama lebih menekankan pada norma informal. Hasil studi ini menunjukkan peran serta masyarakat yang diwujudkan dalam partisipasi dalam pendidikan melalui Komite Sekolah kemudian semakin memperkuat modal sosial yang dipergunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran.Dengan penggunaan modal baik modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, maupun modal simbolik yang dimiliki oleh sekolah kemudian meningkatkan kepercayaan masyarakat yang disertai oleh peningkatan peran serta masyarakat yang diwujudkan dalam peran Komite Sekolah

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TSO.15/16 Dam k
Uncontrolled Keywords: Modal Sosial, Komite Sekolah, Partisipasi Masyarakat, Proses pembelajaran
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM826 Social institutions
L Education > LB Theory and practice of education > LB5-3640 Theory and practice of education > LB1603-1696.6 Secondary education. High schools
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
TRIYANA DAMAYANTI, 071414753010UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTuti Budirahayu, Dr., Dra.,M.Si.UNSPECIFIED
ContributorSudarso, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 15 Nov 2016 16:30
Last Modified: 12 Dec 2017 19:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45720
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item