HUBUNGAN ANTARA KRITERIA SINDROMA METABOLIK DENGAN PENYAKIT STROKE ISKEMIK

EVI ERMAWATI, 101211132003 (2016) HUBUNGAN ANTARA KRITERIA SINDROMA METABOLIK DENGAN PENYAKIT STROKE ISKEMIK. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (345kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 259-16 Erm h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stroke iskemik merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan kematian. Banyak faktor risiko stroke iskemik yang memiliki kesamaan dengan kriteria sindroma metabolik. Kriteria sindroma metabolik menurut NCEP-ATP III yaitu keadaan yang menggambarkan 5 (lima) gangguan metabolik meliputi kadar kolesterol HDL, kadar trigliserida darah, tekanan darah (hipertensi), glukosa darah, dan obesitas abdominal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara kriteria sindroma metabolik dengan penyakit stroke iskemik. Rancangan penelitian ini menggunakan desain case control dengan perbandingan 1:1 dengan sampel sebanyak 32 orang (pasien stroke iskemik) dan 32 orang (pasien bukan stroke). Sampel penelitian ini yaitu pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, kriteria sindroma metabolik pertama, kriteria sindoma metabolik kedua, dan kriteria sindroma metabolik ketiga. Hasil dalam penelitian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk melihat adanya hubungan, dengan derajat kemaknaan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan pada kriteria sindroma metabolik pertama (kadar kolesterol HDL, kadar trigliserida darah, dan kadar obesitas abdominal) p=0,034; OR=5,063; (95% CI=1,255-20,424), kriteria sindroma metabolik kedua (kadar kolesterol HDL, kadar glukosa puasa, dan tekanan darah) p= 0,029; OR= 4,2; (95% CI= 1,2887-13,703) dan kriteria sindroma metabolik ketiga (kadar trigliserida, kadar glukosa darah puasa, dan obesitas abdominal) p=0,047; OR=5,870; (95% CI= 1,155-29,826). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kriteria sindroma metabolik pertama, kriteria sindroma metabolik kedua, dan kriteria sindroma metabolik ketiga berhubungan dengan penyakit stroke iskemik. Sebaiknya, seorang yang berumur >31 tahun menjaga pola makan, olah raga teratur dan melakukan pemeriksaan lingkar pinggang secara sederhana untuk mendeteksi risiko terjadinya sindroma metabolik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 259-16 Erm h
Uncontrolled Keywords: stroke sikemik, sindroma metabolik, faktor risiko
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
EVI ERMAWATI, 101211132003UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSanti Martini, Dr. , dr., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 15 Nov 2016 17:10
Last Modified: 27 Mar 2018 22:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45731
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item