PENERAPAN AUDIT OPERASIONAL PADA FUNGSI HUMAN RESOURCES SEBAGAI ALAT BANTU MENCAPAI KINERJA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN PADA HOTEL "X"

IWAN HIMAWAN, 049715705 (2002) PENERAPAN AUDIT OPERASIONAL PADA FUNGSI HUMAN RESOURCES SEBAGAI ALAT BANTU MENCAPAI KINERJA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN PADA HOTEL "X". Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
A 81-02.Him p.pdf

Download (155kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian dalam skripsi ini mengambil judul " Penerapan Audit Operasional Pada Fungsi Human Resources Sebagai Alat Bantu Mencapai Kinerja yang Efektif dan Efisien Pada Hotel X ". Pemihhan judul ini bertitik tolak dari suatu rumusan masalah "Bagaimana penerapan audit operasional pada fungsi Human Resources sebagai alat bantu mencapai kinetja yang efektif dan efisien ? Hal ini dilatarbelakangi oleh peranan yang san gat vital dari fungsi Human Resources yang mengatur sumber daya manusia dalam perusahaan. Apalagi pada industri jasa seperti industri perhoteJan, dimana pengelolaan sumber daya manusia yang terampil dan profesional menjadi prasyarat utama dalam memberikan pelayanan kepada para tamu. Penerapan audit operasional pada fungsi ini diharapkan dapat membantu mencari kelemahan-kelemahan yang ada untuk kemudian mencari pemecahannya. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada pimpinan fungsi Human Resources dan staffnya serta pihak yang terkait dengan obyek penelitian. Dokumen yang diperoleh yaitu dokumen umum mengenai perusahaan dan dokumen khusus yang terkait dengan obyek penelitian. Sedangkan observasi dilaktlkan langsung terhadap cara ketja dan lingkungan fungsi Human Resources pada Hotel "X" ini. Dari hasH penelitian ini ditemukan bahwa dalam fungsi ini masih terdapat kelemahan-kelemahan yang dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor: yaitu faktor prosedur operasional, faktor perencanaan, serta faktor komunikasi. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk kelemahan dalam faktor prosedur operasional adalah dengan mencegah perangkapan jabatan dan mentaati ketentuan yang berlaku. Sedangkan untuk faktor perencanaan adalah dengan membt)at perencanaan yang lebih seksama untuk aktivitas pelatihan dan pengembangan serta kebutuhan tenaga kel:ia di masa mendatang. Dan terakhir untuk faktor komunikasi, hendaknya sosialisasi dan komunikasi antar karyawan lebih ditingkatkan lagi dengan menambah media untuk berkomunikasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28-70 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD59-59.6 Public relations. Industrial publicity
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsNIM
IWAN HIMAWAN, 049715705UNSPECIFIED
Depositing User: Ms noviyanti wulandari
Date Deposited: 16 Nov 2016 16:45
Last Modified: 16 Nov 2016 16:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45828
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item