RELASI DOMINASI DALAM KONFLIK ELITE EKONOMI DENGAN MASYARAKAT DI DESA BANJARSARI KABUPATEN BOJONEGORO(Studi Analisis Konflik Pertambangan Pasir Aliran Sungai Bengawan Solo Desa Banjarsari Kabupaten Bojonegoro periode 2009-2016)

NUR FUAT DARMAWAN, 071211432003 (2016) RELASI DOMINASI DALAM KONFLIK ELITE EKONOMI DENGAN MASYARAKAT DI DESA BANJARSARI KABUPATEN BOJONEGORO(Studi Analisis Konflik Pertambangan Pasir Aliran Sungai Bengawan Solo Desa Banjarsari Kabupaten Bojonegoro periode 2009-2016). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf

Download (330kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
SKRIPSI-NUR FUAT DARMAWAN-071211432003.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Konflik pertambangan pasir aliran sungai Bengawan Solo desa Banjarsari Bojonegoro menarik untuk dianalisis dikarenakan menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Peneliti ingin menguraikan beberapa realita yang terkandung dalam konflik tersebut. Fokus penelitian ini adalah sejarah konflik pertambangan pasir, pemetaan aktor-aktor yang terlibat dalam konflik, serta dinamika konflik pertambangan pasir yang terjadi. Berdasarkan data diperoleh hasil bahwa sejarah relasi dominasi pertambangan pasir ini didasari budaya, ekonomi dan sosial-politik. Penambang pasir secara turuntemurun menambang pasir pada daerah aliran sungai Bengawan Solo, pertambangan ilegal tersebut berjalan terus karena dilindungi oleh kepala desa. Begitu juga penambang pasir membantu secara ekonomi dalam proses terpilihnya kepala desa. Pada pemetaannya, terlihat bahwasanya isu konflik ini didasari oleh kekecewaan petani terhadap kepala desa yang tidak memberikan obat hama ketika serangan hama terjadi. Obat hama tersebut menjadi sarana kepala desa untuk melakukan tarik-ulur konflik antara petani dan penambang pasir ilegal. Konflik mengalami eskalasi pada tahun 2014 dengan tidak ditanggapinya aspirasi petani dusun Padas dan Sawahan, kemudian petani melakukan aksi penambangan terselubung, dan terjadi krisis. Deeskalasi konflik terjadi ketika kubu petani mengalami teror dari penambang. Konflik laten kemungkinan terulang karena tidak ada negosiasi dan konklusi dari permasalahan setelah krisis. Peneliti menggunakan diskusi teoretik Charles W. Mills dalam menguraikan relasi-relasi dominan yang tercipta oleh elite-elite dalam konflik pertambangan pasir ini, dan ditunjang dengan diskusi teoretik dari J. Habermas untuk menganalisis mengenai tindakan komunikatif dari aktor-aktor yang terlibat dalam konflik. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan paradigma definisi sosial. Subjek informan dalam penelitian ini sebanyak delapan informan yang dipilih berdasarkan pertimbangan pengetahuan subjek mengenai konflik pertambangan pasir aliran sungai Bengawan Solo desa Banjarsari Bojongeoro periode 2009-2016.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis S 89/16 Dar r
Uncontrolled Keywords: Konflik, Pertambangan, Relasi, Kekuasaan, Komunikatif
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN41-46 Community centers. Social centers
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NUR FUAT DARMAWAN, 071211432003UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNOVAN SUSAN, S.sos.,M.A.,Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 16 Nov 2016 21:40
Last Modified: 16 Nov 2016 21:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45951
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item