KAUSALITAS ANTARA JUMLAH UANG BEREDAR DAN INFLASI DI INDONESIA (TELAAH ATAS PERSAMAAN PERTUKARAN IRVING FISHER) PERIODE 1990 KUARTAL I - 2001 KUARTAL IV

ADINALAELA, NIM. 049815941 (2003) KAUSALITAS ANTARA JUMLAH UANG BEREDAR DAN INFLASI DI INDONESIA (TELAAH ATAS PERSAMAAN PERTUKARAN IRVING FISHER) PERIODE 1990 KUARTAL I - 2001 KUARTAL IV. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK C 33 03 Lae k.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Simpulan Berdasarkan analisis dengan menggunakan data empiris yang telah dilakukan, maka diuraikan simpulan sebagai berikut: 1. Telaah atas Persamaan Pertukaran Irving Fisher ternyata tidak berlaku di Indonesia. Hal ini terbukti dari penelitian yang dilakukan pada periode 1990 kuartal I-201 kuartal IV, didapatkan bahwa besarnya laju pertumbuhan jumlah uang beredar tidak sepenuhnya diikuti laju inflasi dengan persentase yang sama, tetapi sebagian dari ekspansi jumlah uang beredar terjadi dalam bentuk peningkatan pendapatan riel ini kemungkinan disebabkan ekspansi jumlah uang beredar tidak sepenuhnya digunakan masyarakat unluk konsumsi, tapi digunakan untuk investasi. Hal ini merupakan indikasi yang baik bagi perekonomian Indonesia. 2. Hasil studi empiris dengan menggunakan uji kausalitas Granger ( 1969) sesuai dcngan hipotesis pertama yaitu menunjukkan adanya pola kausalitas satu arah dari intlasi ke jumlah uang beredar (undirectional causality from P to M). Sedangkan pengaruh jumlah uang beredar terhadap inflasi bertentangan dengan teori. Dalam penelitian ini sesuai dengan analisis Granger dimana penetapan kelambanan waktu yang ditentukan secara sembarang (arbiter). 3. Hasil studi empiris dengan menggunakan uji kausalitas Granger (1969) yang dipadukan dengan FPE sesuai dengan hipotesis keempat yaitu menunjukkan adanya pola kausalitas timbal-balik (feedback or bidirectional causality) yang berarti inflasi mempengaruhi jumlah uang beredar dan jumlah uang beredar mempengaruhi inflasi. 4. Pandangan golongan Klasik dan Monetaris yang menyatakan tambahan jumlah uang beredar menyebabkan kenaikan harga-harga memang terbukti namun pandangan golongan Strukturalis yaitu uang beredar bertambah akibat (sebagai konsekuensi dari) pertumbuhan ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi menggandeng inflasi tidak dapat dielakkan. 5.2. Saran Dengan mengacu pada kesimpulan-kesimpulan diatas, maka penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut: 1. Dari hasil penelitian dengan menggunakan uji kausalitas Granger (1969) yang dipadukan dengan FPE sesuai dengan hipotesis keempat yaitu menunjukkan adanya pola kausalitas timbal-balik maka Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, yang dilakukan adalah mengendalikan jumlah uang beredar. 2. Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka investasi-investasi harus dibiayai dengan lebih sedikit penciptaan uang dan akan Iebih baik jika dibiayai dengan sumber-sumber pembiayaan lain, misalnya mobilisasi tabungan dalam negeri, supaya inflasi tidak bertambah naik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK C 33/ 03 Lae k
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG201-1496 Money
H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue > HJ2351 Inflation and taxation
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsEmail
ADINALAELA, NIM. 049815941UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ConsultantSAMEKTO HARTOJO, Drs. Ec.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 16 Nov 2016 23:40
Last Modified: 16 Nov 2016 23:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45999
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item