KONDISI LINGKUNGAN RUMAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA BALITA (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Alun-Alun Kabupaten Gresik Tahun 2016)

HUSNAH, 101211132104 (2016) KONDISI LINGKUNGAN RUMAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA BALITA (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Alun-Alun Kabupaten Gresik Tahun 2016). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (235kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 299-16 Hus k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut pada paru-paru. Tahun 2013, WHO menyatakan penyebab utama kematian anak dibawah 5 tahun adalah pneumonia. Di Indonesia tahun 2013, pneumonia balita penyebab utama kematian anak dan setiap tahun prevalensi kejadian pneumonia balita meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan rumah sebagai faktor risiko kejaddian pneumonia balita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control study dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Besar sampel 54 balita terdiri dari 27 balita terdiagnosa pneumonia dan 27 balita terdiagnosa tidak pneumonia. Analisis uji chi square pada kepercayaan 95%. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus pneumonia balita sebagian besar pada; ibu balita umur 20-35 tahun (77,8%), pendidikan ibu tinggi (SMA dan perguruan tinggi) (74,1%), pekerjaan ibu pegawai swasta (51,9%), umur balita dibawah 1 tahun (37,0%), balita laki-laki (51,9%). Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan antara kepadatan hunian (p=0.028) dengan kejadian pneumonia balita. Hal ini didukung dengan jumlah anggota keluarga besar atau luas rumah kecil. Sedangkan tidak ada hubungan antara luas ventilasi (p=0,704), adanya anggota keluarga merokok (p=0,243), pengunaan obat nyamuk bakar (0,423), suhu (p=1,000), lantai (p=1,000), dinding (p=0,499), pencahayaan rumah (p=1,000), ventilasi dapur (p=0,352), sekat dapur (p=0,271) dengan kejadian pneumonia balita. Sedangkan bahan bakar kayu, kelembaban, dan langit rumah tidak dapat dianalisis karena nilai data konstan. Hal ini dikarenakan tempat penelitian perkotaan. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah kondisi lingkungan rumah yang memiliki hubungan dengan kejadian pneumonia balita adalah kepadatan hunian. Bagi instansi dapat melakukan promosi aktif atau pasif kepada masyarakat tentang pneumonia balita dan rumah sehat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 299-16 hUS K
Uncontrolled Keywords: pneumonia, kondisi lingkungan rumah, balita
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
HUSNAH, 101211132104UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorChatarina Umbul W., Prof. Dr. , dr., M.S., M.PH.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 17 Nov 2016 17:05
Last Modified: 27 Mar 2018 00:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46049
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item