PENGUNGKAPAN PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL DAN POSISINYA DALAM LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN GO PUBLIC TERDAFTAR DI BURSA EFEK SURABAYA

MUKHAMMAD YOGIANTORO, 049615207 (2002) PENGUNGKAPAN PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL DAN POSISINYA DALAM LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN GO PUBLIC TERDAFTAR DI BURSA EFEK SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
A 86-02.Yog p.pdf

Download (179kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Laporan keuangan merupakan alat komunikasi perusahaan dengan stakeholder. Laporan keuangan tersebut harus memenuhi prinsip pengungkapan penuh atau filii disclosure principle. Posisi pengungkapan ada pada catatan aras laporan keuangan, batang tubuh dan informasi tambahan. Pelaporan sosial menjadi bagian penting dalam laporan keuangan pada masa kini. Perusahaan pasti menyadari posisi mereka saat ini tidak lepas dari adanya lingkungan baik lingkungan internal maupun eksternal. Oleh karena itu perusahaan memerlukan laporan pertanggungjawaban sosial. Pertanggungjawaban sosial merupakan manifestasi kepedulian terhadap tanggung jawab sosial perusahaan. Laporan pertanggungjawaban sosial merupakan laporan laporan untuk mengeyaluasi operasi perusahaan dibandingkan dengan dampak positif dan negarif terhadap kualitas lingkungan alam dan so sial. Untuk mengetahui kondisi laporan keuangan di Indonesia maka dibuatlah suatu penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimanakah pengungkapan pertanggungjawaban sosial dan posisinya dalam laporan keuangan perusahaan go public di Bursa Efek Surabaya. . Konsep sudut pandang akuntansi yang berhubungan pertanggungjawaban sosial adalah konsep perusahaan besar (enterprise concept).Konsep perusahaan besar ini dipopulerkan oleh Waino Suojanen tahun 1954. Konsep in!. menunjukkan bahwa perusahaan besar baik struktur dan jumlah kekayaannya maupun sifat dan aktivitas operasinya tidak lepas dari tanggung jawab so sial. Akuntansi pertanggungjawaban sosial merupakan perluasan pertanggungjawaban industri, diluar batas-batas akuntansi keuangan tradisional, yaitu menyediakan iaporan keuangan tidak hanya kepada pemilik modal khususnya pemegang saham. Kategorisasi pertanggungjawaban so sial yang pernah dibuat adalah pada tahun 1991 oleh Adnan 11. Abdeen yang melakukan penelitian atas 87 perusahaan yang berlokasi di Los Angeles. Menurut beliau, kategorisasi utama adalah berdasarkan sumber daya manusia, produksi program investasi, struktur organisasi, dan pengukuran lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan strategi analisis isi (content analYsis). Setelah pengolahan data, topik struktur organisasi menjadi topik yang paling banyak diungkapkan oleh perusahaan dalam laporan keuangan publiknya. Topik struktur organisasi dengan aitem nama direksi dan bawahan diungkapkan paling banyak oleh perusahaan dengan jumlah 208 perusahaan at au 98,580 0 dan 211 iaporan keuangan yang diteliti. Selain itu, posisi pengungkapan topik-topik sosial memiliki kecenderungan menempati porsi informasi tambahan. Terdapat pula aitem yang tidak diungkapkan oleh perseroan dalam laporan keuangan tahunannya. Dua aitem tersebut adalah jumlah pegawai berdasar jenis kelamin dan jumlah pegawai berdasar suku yang termasuk dala.ll kategori sumber day a man usia. sehingga dari keseluruhan penjelasan dapat dikatakan pengungkapan sosial di IndoneSia masih relatif rendah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking > HG1811-2351 Special classes of banks and financial institutions
H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation > HG4551-4598 Stock exchanges
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsEmail
MUKHAMMAD YOGIANTORO, 049615207UNSPECIFIED
Depositing User: Ms noviyanti wulandari
Date Deposited: 17 Nov 2016 18:35
Last Modified: 17 Nov 2016 18:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46087
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item