DIRECT PASSTHROUGH NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP INFLASI DI INDONESIA PERIODE 1999-2003

TAUFIK HIDAYAT, NIM. : 049815955 (2004) DIRECT PASSTHROUGH NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP INFLASI DI INDONESIA PERIODE 1999-2003. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK C 51 04 Hid d.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat laju dan besarnya kontribusi pengaruh perubahan nilai tukar rupiah terhadap beberapa variabel inflasi domestik, yakni indeks harga barang impor, indeks harga perdagangan besar (IHPB), dan indeks harga konsumen (IHK). Periode penelitian yang digunakan adalah rentang waktu bulan Januari 1999 sampai dengan bulan Desember 2003, dimana pada periode ini di Indonesia telah diterapkan sistem nilai tukar mengambang (free floating exchange rate) sejak tahun 1997, dan dimulainya kebijakan moneter dengan kerangka target inflasi pada tahun 1999. Pemberlakuan sistem nilai tukar mengambang dan kebijakan moneter dengan kerangka target inflasi pada negara small open economies dianggap berbahaya, yang dikarenakan pengaruh langsung dari perubahan (volatilitas) nilai tukar yang dapat mengakibatkan fluktuasi pada output (Ball: 1998). Metode yang digunakan dalam analisis penelitian ini adalah model Vector Autoregression (VAR) yang dikembangkan oleh McCarthy (1999) yang kemudian diinterpretasikan melalui fungsi impulse response dan variance decomposition. Melalui model ini dapat dilihat tingkat laju dan kontribusi pengaruh perubahan nitai tukar pada indeks harga barang impor, IHPB, dan IRK secara bertahap. Penelitian ini menemukan bahwa, tingkat laju perubahan nilai tukar rupiah berpengaruh besar terhadap inflasi pada indeks harga barang impor dan IHPB, yang terjadi dalam jangka pendek (sekitar 6 bulan). Sedangkan pada IHK pengaruhnya lebih kecil dan terjadi pada jangka waktu yang lebih lama (sekitar 20 bulan). Kontribusi perubahan nilai tukar rupiah terlihat cukup besar pada indeks harga barang impor dan IHPB, yakni sekitar 60 persen hingga 70 persen. Sedangkan kontribusi perubahan nilai tukar rupiah terhadap IHK lebih kecil dibandingkan dua variabel inflasi lainnya, yakni 4 hingga 9 persen. Selain itu juga ditemukan bahwa pengaruh nilai tukar terhadap IHK ini terjadi secara bertahap melalui indeks harga barang impor dan IHK atau terjadi second direct passthrough.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK C 51/04 Hid d
Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue > HJ2351 Inflation and taxation
H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsEmail
TAUFIK HIDAYAT, NIM. : 049815955UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ConsultantSOEBAGYO, Drs. Ec.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 20 Nov 2016 21:54
Last Modified: 20 Nov 2016 21:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46328
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item