HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN UPAYA PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI SEKOLAH DASAR (Studi di Kota Pasuruan)

NURUS SA’ADAH, 101211131203 (2016) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN UPAYA PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI SEKOLAH DASAR (Studi di Kota Pasuruan). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRK.pdf

Download (156kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 339-16 Saa h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada tahun 2013-2015, kasus DBD di Kota Pasuruan cenderung fluktuatif dengan kasus terbanyak kedua pada kelompok usia sekolah. Terdapat banyak tempat perindukan dan tempat peristirahatan nyamuk di sekolah serta tindakan PSN dan upaya pencegahan yang kurang diperhatikan menjadikan sekolah salah satu tempat potensial penularan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kelas, menganalisis hubungan karakteristik kontainer dengan keberadaan jentik dan menganalisis hubungan tindakan PSN dan upaya pencegahan dengan kejadian DBD pada Sekolah Dasar di Kota Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode crosssectional. Penelitian dilakukan pada 14 Sekolah Dasar di Kota Pasuruan yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian DBD pada Sekolah Dasar di Kota Pasuruan. Variabel Dependen meliputi karakteristik kelas, karakteristik kontainer, keberadaan jentik, tindakan PSN, dan upaya promotif dan preventif di Sekolah Dasar. Analisis hubungan antar variabel dengan menggunkan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kelas yang diobservasi sebesar 52% dalam kondisi baik. Karakteristik tempat perindukan yang positif terdapat jentik terbanyak adalah bak toilet, berbahan semen, berwarna gelap dan tterletak di dalam ruangan. Tindakan PSN dan Upaya promotif dan preventif di sekolah sudah baik. Hasil analisis hubungan menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian DBD adalah fogging dan keberadaan jentik dengan nilai signifikansi masing-masing p=0,031 dan p=0,027. Sedangkan variabel lainnya tidak menunjukkan ada hubungan dengan keberadaan jentik dan kejadian DBD. Kesimpulan yang dapat ditarik dalam penelitian ini adalah upaya pencegahan menjadi faktor risiko yang lebih utama dari pada lingkungan fisik di sekolah. Penerapan PSN dan upaya promotif dan preventif di sekolah harus lebih dioptimalkan untuk meminimalisir perkembangbiakan jentik yang menjadi sumber vektor DBD. Hal ini dapat dicapai dengan adanya partisipasi yang menyeluruh dari semua elemen di Sekolah Dasar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 339-16 Saa h
Uncontrolled Keywords: DBD, Lingkungan Fisik, Pemberantasan Sarang Nyamuk
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NURUS SA’ADAH, 101211131203UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorLucia Yovita Hendrati, S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 21 Nov 2016 18:27
Last Modified: 18 Mar 2018 23:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46453
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item