KEEFEKTIFAN KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA DAlAM PENANGGUlANGAN PELACURAN REMAJA (STUDI TENTANG PENANGGULANGAN PELACURAN REMAJA OLEH PEMERINTAH KOTA SURA8AYA)

Sugianto Catur Wibowo, 079811273 (2001) KEEFEKTIFAN KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA DAlAM PENANGGUlANGAN PELACURAN REMAJA (STUDI TENTANG PENANGGULANGAN PELACURAN REMAJA OLEH PEMERINTAH KOTA SURA8AYA). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK FIS AN 13-01 WIB K.pdf

Download (268kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar ke-dua di Indonesia, mengalami berbagai dinamika dalam perjalanannya, berupa keberhasllan yang dicapai maupun permasalahan yang dihadapi. Seperti halnya dengan kota-kota lain di Indonesia, pelacuran merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh hampir setiap daerah. Berbagal macam reaksl telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah setempat untuk menangani masalah ini. Dan dalam hasil penelitian berikut akan dikemukakan mengenai bagaimana keefektifan kebijakan dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dalam penanggulangan pelacuran remaja di wilayahnya. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian survai yang ditujukan untuk maksud penjajagan (eksploratif) dikarenakan pengetahuan peneliti tentang masalah kebijakan untuk penanggulangan peJacuran remaja yang akan diteliti masih terlalu sedikit untuk dapat melakukan studt deskriptif dan masih sangat terbatasnya penelitian yang khusus membahas tentang tema tersebut diatas. Sedangkan pendekatan survai yang digunakan adaJah pendekatan survai evaluasi fonnatif yaitu melihat dan meneliti pelaksanaan suatu program, serta mencari umpan balik untuk memperbaiki pelaksanaan program tersebut. Berdasarkan teori keefektifan kebijakan yang dikemukakan oleh George Poulos dan Tannembaum, bahwa kriteria umum yang terkandung dalam keefektifan kebijakan adalah : Produktifitas dari kebijakan, kcberhasilan kebijakan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang datang dari luar serta tidak adanya tekanan dan ketegangan yang terjadi antar unsur pelaksana. Secara lebih terpernci dalam bukunya organisasi dan manajemen Em H. Rosyidi menjelaskan bahwa keefektifan kebijakan dapat dilihat berdasarkan .-Kejelasan tujuan yang hendak dicapai, kejelasan strategi pencapaian tujuan, proses analisa dan penyusunan kebijaksanaan yang mantap, perencanaan yang matang, penyusunan program yang tepat, tersedianya sarana dan prasarana kerja, sistem penga wasan dan pengendalian yang bersifat mendidik, pelaksanaan tugas secara efek:tif dan efisien. Selain itu terdapat beberapa fakIor yang berpengaruh terhadap pelaksaaan suatu kebijakan sehingga kebijakan itu nantinya akan dapat dilaksanakan dengan haik dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dapat dicapai seeara maksimal. Faktor-faktor tersebut antara lain: Faktor lingkungan internal maupun eksternal dari tempat dimana kebijakan tersebut diterapkan serta fakror motivasi dan perilaku pegawai

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS AN 13-01 WIB K
Uncontrolled Keywords: TEENAGE PROSTITUTION - GOVERNMENT POLICY
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Negara
Creators:
CreatorsEmail
Sugianto Catur Wibowo, 079811273UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorGITADI TEGAS S., Drs., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 21 Nov 2016 18:55
Last Modified: 14 Jun 2017 18:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46458
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item