PENGARUH IMUNISASI DENGAN SUSPENSI MEMBRAN PLASMA SPERMATOZOA KAMBING DALAM Freund Adjuvant TERHADAP ANGKA KEBUNTINGAN DAN JUMLAH JANIN MENCIT (Mus musculus) BETINA

OKTARINI RATNASARI, 060012818 (2004) PENGARUH IMUNISASI DENGAN SUSPENSI MEMBRAN PLASMA SPERMATOZOA KAMBING DALAM Freund Adjuvant TERHADAP ANGKA KEBUNTINGAN DAN JUMLAH JANIN MENCIT (Mus musculus) BETINA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK KH 50-06 RAT P.pdf

Download (243kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh imunisasi dengan suspensi membran plasma spennatozoa kambing dalam freund a4iuvant terhadap angka kebuntingan dan jumlah janin meneit (Mus musculus) betina dalam satu periode kebuntingan. Hewan pereobaan yang digunakan adalah 40 ekor meneit (Mus musculus) betina dengan berat badan 20-30 gram. Penelitian ini menggunakan Rancangan Aeak Lengkap (RAL) yang terbagi menjadi empat perlakuan dengan sepuluh ulangan. Data yang diperoleh diuji dengan Khi-kuadrat untuk angka kebuntingan dan ANA V A (Analisis Varian) untukjumlahjanin yang dikandung meneit. Perlakuan yang diberikan adalah penyuntikan seeara sub kutan 0,05 ml suspensi membran plasma spennatozoa kambing dengan dosis pada perlakuan I, II dan III berturut-turut adalah 10 I!g, 20 Jlg dan 40 J.tg yang ditambah dengan 0,05 freund a4juvant. Penyuntikan pertama menggunakan Complete Freund A4iuvant (CFA) sedangkan booster pertama dan kedua menggunakan Incomplete Freund A4iuvant ([FA). Kontrol disuntikan 0,05 ml NaCl fisiologis ditambah dengan 0,05 m 1adjuvant. Booster diberikan pada hari ke-14 dan ke28 setelah penyuntikan pertama. Setelah masa perlakuan, meneit betina dikumpulkan dengan pejantan sampai terjadi kopulasi yang ditandai dengan adanya sumbat vagina. Pemeriksaan kebuntingan dan jumlah janin dilaksanakan pada hari ke-17 umur kebuntingan dengan eara pembedahan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa imunisasi dengan suspensi membran plasma spennatozoa kambing dalam freund a4juvant pada meneit betina seeara subkutan menyebabkan perbedaan yang nyata (p<O,05) terhadap angka kebuntingan dan jumlah janin yang dikandung meneit pada satu periode kebuntingan. Hasil terbaik ditunjukkan pada kelompok perlakuan III (P3) dengan dosis 40 Jlg membran plasma spennatozoa kambing yang menyebabkan tidak terjadinya kebuntingan pada seluruh hewaneoba. iv

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FULLTEXT TIDAK TERSEDIA
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
OKTARINI RATNASARI, 060012818UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSoepartono Partosoewignjo, MS., MM., Drh.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 21 Nov 2016 21:59
Last Modified: 14 Jun 2017 21:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46536
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item