RELEVANSI LAPORAN BIAYA HISTORIS PADA KONDISI INFLASI DENGAN INDIKATOR TOTAL ASSETS, NET SALES, OPERATING PROFIT, NET INCOME, ROI, DAN EPS PADA 23 PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK SURABAYA

TRI LAKSONO, 049615175 (2001) RELEVANSI LAPORAN BIAYA HISTORIS PADA KONDISI INFLASI DENGAN INDIKATOR TOTAL ASSETS, NET SALES, OPERATING PROFIT, NET INCOME, ROI, DAN EPS PADA 23 PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
A 98-01 Lak r.pdf

Download (164kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu peristiwa ekonomi yang menonjol untuk beberapa tahun terakhir ini adalah adanya inflasi yang cukup tinggi di Indonesia. Sementara itu laporan keuangan sendiri disusun berdasarkan biaya historis dimana dalam masa inflasi seperti ini akuntansi biaya historis banyak kehilangan kemampuannya dalam menyampaikan informasi yang berguna bagi pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi mereka, karena adanya asumsi dari akuntansi biaya historis yang memandang bahwa nilai uang adalah stabil dimana asumsi ini mengabaikan adanya inflasi. Dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang relevansi laporan biaya historis dalam memberikan informasi bagi pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan mereka. Disini penulis mencoba membandingkan antara laporan biaya historis dengan laporan yang disesuaikan dengan tingkat harga umum, dimana laporan yang disesuaikan dengan tingkat harga umum dianggap lebih relevan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pada kondisi inflasi. Penelitian ini mengambil variabel-variabel pengambilan keputusan antara lain total assets, net sales. operating profit, net income, return on investment, dan earning per shares, variabel ini dipilih berdasarkan pertimbangan mengenai informasi yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Surabaya (BES) mengenai perusahaan-perusahaan anggota bursa dalam Monthly Review yang dikeluarkan secara berkala oleh BES. Sedangkan sampel laporan keuangan perusahaan yang diambil adalah laporan keuangan perusahaan yang go public di BES dan temasuk dalam tujuh sektor industri serta laporan keuangan yang tersedia lengkap tahun 1996 dan 1997 dan dari dua kriteria diatas maka terpilih 23 sampellaporan keuangan perusahaan (laporan biaya historis). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk empat variabel yaitu net sales, net income, return on investment, dan earning per shares tidak terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara laporan biaya historis dengan laporan yang disesuaikan dengan tingkat harga umum sedangkan uDtuk dua variabel yang lain yaitu total assets dan operating profit terdapat perbedaan yang signifikan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa laporan biaya historis untuk tingkat inflasi rata-rata 8.76 % masih relevan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Tetapi diperlukan laporan pelengkap yang mampu menutupi kelemahan dari laporan biaya historis dan salah satu laporan yang dapat digunakan adalah laporan yang telah disesuaikan dengan tingkat harga umum (General Price Level Adjusted).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation > HG4551-4598 Stock exchanges
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsEmail
TRI LAKSONO, 049615175UNSPECIFIED
Depositing User: Ms noviyanti wulandari
Date Deposited: 21 Nov 2016 23:41
Last Modified: 15 Jun 2017 16:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46589
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item