PENGARUH KADAR KROMIUM DI UDARA DAN DARAH TERHADAP KONDISI FAAL PARU SERTA KELUHAN KESEHATAN PADA PEKERJA PENGELASAN UPT BALAI YASA SURABAYA

NUR RIZQIYAH ROHMAH, 101211132022 (2016) PENGARUH KADAR KROMIUM DI UDARA DAN DARAH TERHADAP KONDISI FAAL PARU SERTA KELUHAN KESEHATAN PADA PEKERJA PENGELASAN UPT BALAI YASA SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (152kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 356-16 Roh p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (883kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pengelasan merupakan kegiatan industri yang menempai peringkat pertama dalam jumlah pekerja yang terpapar kromium, salah satu logam berat, juga dapat memberikan dampak pencemaran udara di lingkungan. Pencemaran tersebut adalah fume kromium, yang dapat terhirup oleh pekerja dan menimbulkan masalah kesehatan. Data statistik dari NIOSH pada tahun 1972-2006 menunjukkan adanya peningkatan jumlah pekerja yang terpapar kromium pada pengelasan. Oleh karena itu, studi ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh kadar kromium di udara dan darah pekerja terhadap kondisi faal paru dan keluhan kesehatan pekerja pengelasan UPT Balai Yasa Surabaya. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan rancang bangun cross-sectional. Pemeriksaan faal paru dilakukan dengan menggunakan spirometri serta keluhan kesehatan dideteksi dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner terstandarisasi. Pemeriksaan dan wawancara dilakukan pada kelompok pekerja pengelasan dan administrasi. Sedangkan secara statistik, digunakan pengujian pengaruh dengan menggunakan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kadar kromium di area pengelasan adalah sebesar 2,412+1,07 μg/m3 dengan rata-rata kadar kromium dalam darah 8,14+4,04 ppm dan di ruang administrasi sebesar 1,336+0,24 μg/m3 dengan kadar kromium darah 7+4,47 ppm. Persentase pengaruh kadar kromium di udara dan darah terhadap kondisi faal paru sebesar 0,1%, pada keluhan kesehatan kulit sebesar 1,5%, dan keluhan kesehatan pernapasan sebesar 12,5%. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian tersebut adalah tidak ada pengaruh kadar kromium terhadap kadar kromium dalam darah, dan juga tidak ada pengaruh kadar kromium di udara dan darah terhadap kondisi faal paru dan keluhan kulit, akan tetapi terdapat pengaruh terhadap keluhan pernapasan pekerja. Maka, hal yang disarankan untuk mencegah adanya masalah kesehatan tersebut adalah penggunaan berupa alat pelindung diri masker dan sarung tangan las serta pengurangan konsumsi rokok, makan dan minum di tempat pengelasan, dan mencuci tangan setiap setelah bekerja atau sebelum istirahat. Sedangkan untuk UPT Balai Yasa, sebaiknya dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahun pada kesehatan pernapasan pekerja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 356-16 Roh p
Uncontrolled Keywords: pengelasan, kromium, faal paru, keluhan kesehatan
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NUR RIZQIYAH ROHMAH, 101211132022UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorJ. Mukono, Prof. Dr. , dr., M.S., M.Ph.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 22 Nov 2016 16:39
Last Modified: 22 Mar 2018 00:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46643
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item