ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA (KAJlAN AKULTURASI PADA EKSTERIOR BANGUNAN PENlNGGALAN BELANDA DI KOTA SURABAYA)

TRIANA NOVITASARI, 07961509S (2002) ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA (KAJlAN AKULTURASI PADA EKSTERIOR BANGUNAN PENlNGGALAN BELANDA DI KOTA SURABAYA). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Ant 03-03 Sar a.pdf

Download (275kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

ABSTRAKSI Pengambilan judul mengenai arsitektur peninggalan Belanda di Surabaya berawal dari ketertarikan penulis terhadap bangunan kuno dengan bentuknya yang unik karena ada bentuk akulturasi antara arsitektur Jawa dan arsitektur Belanda. Bentuk akulturasi tersebut merupakan hasil dari suatu proses kontak antar budaya yang memakan waktu lama. Meskipun konsep dasar arsitektur kedua budaya tersebut berbeda, namun perpaduan arsitektur Belanda dan Jawa memunculkan gaya arsitektur baru yang disebut gaya arsitektur Indis yang berbeda secara fisik dari masing-masing budaya aslinya. Bangunan ini hanya dimiliki oleh orang-orang keturunan Eropa atau orang-orang mampu dari ras lain. Gaya bangunan diwujudkan dengan bentuk fisiknya yang mewah dan megah disesuaikan dengan status sosial orang Belanda yang merasa lebih tinggi dari masyarakat jajahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui wujud fisik bangunan yang telah mengalami proses akulturasi serta mengetahui tanggapan orang-orang yang menempati bangunan kuno tersebut tentang pencerminan bangunan sebagai lambang status saat ini. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang dikumpulkan meliputi transkrip wawancara, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi dan dokumen resmi lainnya. Pendekatan dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan historis. Lokasi penelitian mengambil 2 buahbangunan yang dahulu rumah pejabat Belanda dan sekarang berubah fungsi menjadi perkantoran, yakni bangunari di Jl.Taman Mayangkara 6 yang sekarang menjadi Museum Mpu Tantular dan bangunan di Jl.Darmokali 10 sekarang ditempati oleh perwakilan Pusat Kebudayaan Perancis (CCCL) Surabaya. Kedua lokasi penelitian berada di Surabaya Selatan sesuai dengan perkembangan wilayah pemukiman orang-orang Belanda di Surabaya yang pada waktu itu membagi wilayah pemukiman menjadi 4, yaitu : pemukiman orang Eropa, pemukiman orang Cina, pemukiman orang Arab serta pemukiman orang pribumi. Perkembangan arsitektur di Surabaya dibagi menjadi 3 periode yakni antara tahun 1870-1900, sesudah tahun 1900 dan setelah tahun 1920. Bentuk arsitektur bangunan sebelum tahun 1900 banyak mendapat kritik dari arsitek Belanda karena bentuknya yang asing bagi arsitektur Belanda maupun arsitektur lokal. Setelah tahun 1900 dengan kedatangan arsitek profesional arsitektur mengalami perkembangan pesat. Bentuknya sudah disesuaikan dengan budaya dan iklim setempat. Penyesuaian arsitektur Belanda dengan budaya dan iklim setempat terwujud dari bangunan terutama rumah milik orang-orang Belanda. Rumah orang-orang Belanda paling menonjol dibandingkan rumah dan ras yang lain. Rumah buatan. arsitek Belanda menggunakan kedua unsur budaya yaitu budaya dan Eropa (Belanda) dan budaya J awa seperti penggunaan atap mmp joglo, hiasan dari ornarnen-ornamen Jawa dipadukan dengan penggunaan tiang Doria, dormer, dome yang merupakan em khas arsitektur Eropa (Belanda) serta penyesuaian iklim dengan banyaknya ventilasi dan peninggian fondasi bangunan. Fungsibangunan yang dahulu rumah dan dijadikan sebagi lambang status sekarang menjadi perkantoran mempengaruhi perubahan cara pandang bagi orang"orang yang menempatinya. Perasaan bangga dengan status tinggi dalam masyarakat bergeser menjadi kebanggaan karena status bangunan yang kuno, antik dan bersejarah, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sarna menghuni suatu hasil karya seni tinggi Kebanggaan berkembang dengan kepuasan dapat turut memelihara salah satu peninggalan bangunan cagar budaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK Fis Ant 03-03 Sar a
Uncontrolled Keywords: HERITAGE BUILDINGS
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
N Fine Arts > NA Architecture > NA7100-7884 Domestic architecture. Houses. Dwellings
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
TRIANA NOVITASARI, 07961509SUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
UNSPECIFIEDDjoko Adi Prasetyo, Drs.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Mudjiono Mudj
Date Deposited: 22 Nov 2016 20:42
Last Modified: 15 Jun 2017 18:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46705
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item