ANALISA PENGARUH FAKTOR MAKRO EKONOMI TERHADAP RISIKO SISTEMATIS SAHAM BIASA DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 1992 -1996

KRISTANTI SARI DEWI, 049314353 (2000) ANALISA PENGARUH FAKTOR MAKRO EKONOMI TERHADAP RISIKO SISTEMATIS SAHAM BIASA DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 1992 -1996. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
B 129-01 Dew a.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan seseorang melakukan investasi adalah memperoleh tambahan pendapatan di waldu yang akan datang dari sejumlah dana yang telah ditanamkan. Pendapatan yang diterima seorang investor mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penyimpangan pendapatan yang diterima dari pendapatan yang diharapkan inilah yang menirnbulkan risiko, sehingga dalam rnelakukan investasi, seorang investor harus rnempertimbangkan pendapatan yang akan diterima dan risiko yang terdapat pada investasi tersebut. Selain memperhatikan faktor-faktor internal yang dapat mengakibatkan timbuJnya risiko saham (biasa disebut risiko tidak sistematis), seorang investor perlu mempertimbangkan pula faktor-faktor makroekonomi yang dapat menimbulkan risiko saham. Faktor-faktor makroekonomi ini menyebabkan timbulnya risiko sistematis. Penelitian ini membahas tentang pengaruh faktor-faktor makroekonomi terhadap risiko sistematis. Faktor-faktor makroekonomi yang digunakan dalam penelitian adalah pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat suku bunga deposito, dan kurs valuta asing. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan model analisa korelasi dan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square dan test terhadap penyimpangan asumsi regresi tinier klasik. Peri ode penelitian adalah tahun 1992 sampai dengan 1996 dengan sampel perusahaan yang dipilih adaJah perusahaan manufakturyang sahamnya telah tercatat di Bursa Efek Jakarta. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa variabel pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, dan kurs valuta asing mempunyai pengarub signifikan terhadap risiko sistematis saham sedangkan variabel tingkat suku bunga deposito berpengaruh tidak signifikan terhadap risiko sistematis saham. Tingkat inflasi, tingkat suku bunga deposito, dan kurs vaJuta asing mempunyai hubungan yang berlawanan dengan risiko sistematis saham dan pertumbuhan ekonomi hubungannya searab dengan risiko sistematis.Melalui pengujian gejala penyimpangan aswnsi klasik diketahui bahwa antara tingkat suku bunga deposito dan tingkat inflasi terjadi multikolinearitas, tetapi telah terbebas dari adanya heterokedastisitas dan autokorelasi .

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK B 129/01 Dew a FULLTEXT TIDAK TERSEDIA
Uncontrolled Keywords: MAKRO ECONOMICS, STOCK EXCHANGES
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation > HG4551-4598 Stock exchanges
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334 Economic aspects. Finance
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
KRISTANTI SARI DEWI, 049314353UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHj. SETYANINGSIH, DR., S.SEUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 28 Nov 2016 00:49
Last Modified: 13 Jun 2017 19:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/47244
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item