PENGARUH LAMA WAKTU PAPARAN RADIASI ULTRA VIOLET C (UV-C) TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS, ABNORMALITAS DAN PERMEABILITAS MEMBRAN SPERMATOZOA SAPI PERAH

KURNIAWAN AGUS PURWANTO, 069912626 (2004) PENGARUH LAMA WAKTU PAPARAN RADIASI ULTRA VIOLET C (UV-C) TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS, ABNORMALITAS DAN PERMEABILITAS MEMBRAN SPERMATOZOA SAPI PERAH. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK KH 84-05 PUR P.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan radiasi sinar ultra violet C ( UV -C ) terhadap motilitas, viabilitas ( daya hidup ), abnormalitas, dan permeabilitas membran spermatozoa sapi perah bangsa Friesian Holstein ( FH ). Semen yang dihasilkan oleh sapi FH jantan ditampung dan ditambah dengan diluter A ( kuning telur + susu masak ) untuk menjaga motilitas dan daya hidup sel spermatozoa hingga di tempat penelitian. Semen segar tersebut dibagi menjadi 4 bagian besar yaitu 1 bagian sebagai kontrol ( PO ) dan 3 bagian mendapat perlakuan penyinaran dengan sinar ultra violet dengan panjang gelombang 254 nm selama 5 ( PI), 10 ( P2 ), 15 ( P3 ) menit. Masing-masing bagian disentrifuse kemudian diinkubasi selama 30 menit. Pemeriksaan masing-masing bagian dilakukan di bawah mikroskop dengan pembesaran 400 X. Seluruh perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan asumsi bahwa semua perlakuan dikondisikan sarna dari pengambilan sarnpel semen hingga pengerjaan serta kondisi laboratorium. Pengolahan data basil penelitian ini menggunakan Anova satu arab dan diteruskan uji BNT yang disajikan dalam bentuk Statistik Program and Services Solution ( SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah motilitas spermatozoa yang telah terpapar radiasi sinar uV-C berturut-turut adalah kelompok PO sebesar 63 ± 4,472, kelompok PI sebesar 50 ± 3,536, kelompok P2 sebesar 42 ± 2,739, dan kelompok P3 sebesar 32 ± 2,739, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata ( P<0,05 ). Sedangkan jumlah viabilitas spermatozoa berturut-turut adalah kelompok PO sebesar 86,8 ± 1,789, kelompok PI sebesar 73,6 ± 3,362, kelompok P2 sebesar 66,2 ± 3,962, dan kelompok P3 sebesar 49 ± 5,657, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata ( P<0,05 ). HasH data penelitian terhadap abnormalitas spermatozoa menunjukkan jumlah berturut-turut adalah kelompok PO sebesar 6,80 ± 1,643, kelompok PI sebesar 12,40 ± 2,074, kelompok P2 sebesar 17,60 ± 1,342, dan kelompok P3 sebesar 22,0 ± 2,00, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata ( P<0,05 ). Dan hasil rataan persentase data penelitian terhadap jumlah permeabilitas membran spermatozoa berturut-turut yaitu kelompok PO sebesar 61,80 ± 4,494, kelompok PI sebesar 50,80 ± 7,190, kelompok P2 sebesar 49,40 ± 7,162, dan kelompok P3 sebesar 39,0 ± 7,969, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata ( P<0,05 ), tetapi antara kelompok PI dan P2 menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FULLTEXT TIDAK TERSEDIA
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF170-180 Working animals
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Creators:
CreatorsEmail
KURNIAWAN AGUS PURWANTO, 069912626UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRr. Sri Pantja M., Msi., Drh.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 29 Nov 2016 21:30
Last Modified: 14 Jun 2017 16:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/47307
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item