ANALISIS TREN PERDAGANGAN PADA ORGANISASI REGIONAL DALAM PEREKONOMIAN APEC DITINJAU DARI INDEKS REVEALED COMPARATIF ADVANTAGE (SUATU STUDI KASUS PADA ASEAN-5, JEPANG, DAN KOREA TAHUN 1990-1999)

ACHMAD ROOM FITRIANTO, NIM. : 049715806 (2002) ANALISIS TREN PERDAGANGAN PADA ORGANISASI REGIONAL DALAM PEREKONOMIAN APEC DITINJAU DARI INDEKS REVEALED COMPARATIF ADVANTAGE (SUATU STUDI KASUS PADA ASEAN-5, JEPANG, DAN KOREA TAHUN 1990-1999). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK C 94-02 FIT A.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penulisan Skripsi ini melihat pembentukan blok perdagangan dari kaca mata competitive advantage dengan alat indeks Revealed Comparatif Advantage pada perekonomonian negara negara anggota APEC , mengapa APEC ?, karena kelompok negara ini merupakan kekuatan terbesar ekonomi dunia dan ini dapat dilihat dari eksponen anggota APEC yang berasal dari berbagai kerjasama regional yang ada. Dengan potensi yang dimiliki oleh masing masing negara, Penelitian ini memfokuskan pada Studi kasus ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura,Thailand) dengan Jepang dan Korea Sebagai pembanding dengan range waktu Tahun 1990-1999, yang mengunakan komoditi yang berkode 3 digit dari ISIC (The International Standard Industrial Classification). Perkembangan ekonomi dari negara APEC memberi karakteristik tersendiri jika ditinjau dari geografis dan competitive advantage yang dimiliki sehingga dapat diprediksi adanya polarisasi pergerakan APEC menjadi beberapa blok perdagangan tersendiri dalam APEC sejalan dengan perekonomian yang berhasil diraih oleh masing-masing negara, terlebih dengan adanya titik pertumbuhan ekonomi yang signifikan dikawasan tertentu, sehingga secara sederhana akan muncul enam magnet yaitu: Di Asia Selatan ada Jepang dan Korea, Asia tenggara ada ASEAN dengan AFTA, Kawasan China dengan RRC, Hongkong dan Taiwan, Amerika Utara ada Canada , Amerika Serikat, Mexico dengan NAFTA, Pasifik Selatan terdapat, Australia, New Zealand, Papua New Guinea (Persemakmuran Inggris di Pasifik), dan Rusia, dengan perkembangan di masing-masing kawasan akan lebih menyulitkan untuk merumuskan secara kongkrit kebijakan bersama yang menyatukan regional Asia dan sekitar wilayah pasifik dalam satu bentuk kerja sarna yang ideal. Pengamatan dilakukan dengan terlebih dahulu mengklasifikasikan negara negara APEC dalam beberapa kelompok regional berdasar kerjasama regional yang ada. Negara anggota APEC ada yang berhimpun diri dalam ASEAN (Association of South East Asian Nations), CAFTA (the Negotiation of the Canadian-American Free Trade Area) atau NAFTA (North American Free Trade Area), dan atau bentuk kerja sama bilateral seperti The Closer Economic Relations (CER) antara Australia dengan New Zealand, dengan tujuan awal dari masing-masing kerjasama ini untuk memajukan wilayah regionalnya akan membawa akibat adanya sentrisisme masing-masing kawasan dan pengklasifikasian ini diperbandingkan dengan seluruh potensi ekonomi anggota APEC dan dari sini akan terlihat kecenderung polarisasi perdagangan ada apa tidak. Kemudian pengamatan difokuskan pada satu kawasan yaitu Asia Tenggara dengan ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura,Thailand) di bandingkan dengan Jepang dan Korea dengan alat indeks Revealed Comparative Advantage dibantu dengan Rasio Perdagangan internasional serta tarif untuk komoditi dengan kode ISIC 3 digit selama 10 tahun dari tahun 1990-1999.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK C 94/ 02 Fit a
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF1-6182 Commerce
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ACHMAD ROOM FITRIANTO, NIM. : 049715806UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ConsultantSOEBAGYO, SE.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 28 Nov 2016 23:56
Last Modified: 28 Nov 2016 23:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/47395
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item