RESPON KRISTAL CAIR KOLESTERIK TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATUR

ASMAD, 089811867 (2003) RESPON KRISTAL CAIR KOLESTERIK TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATUR. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KK MPF 17-03 ASM R.pdf

Download (276kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kristal eair kolesterik akan mengalami perubahan wama bila terjadi perubahan temperatur. Fase ini muneul hanya pada interval temperatur tertentu bergantung pada senyawa pembentuknya. Untuk mengamati perubahan wama pada bahan kolesterik sebagai respon perubahan temperatur dipedukan alat yang dapat memberikan perubahan temperatur pada sampel sekaligus mendeteksi perubahan wama dan perubahan temperatur yang berlangsung seeara bersamaan. Pada penelitian ini telah dibuat alat yang dapat memberikan perubahan temperatur pada sampel, mendeteksi perubahan temperatur dan perubahan komposisi wama primer pendukung (merah, hijau dan biru) sebagai indikator adanya perubahan wama yang terjadi pada sampel. Komponen pemberi perubahan temperatur pada sampel menggunakan kawat nikelin yang dialiri arus yang dapat diatur lewat program. Sensor wama menggunakan CCD linier sedangkan sensor temperatur menggunakan transduser IC LM35. Hasil yang diperoleh dari kedua sensor digunakan sebagai masukan dalam program yang ditampilkan dalam tabel temperatur dan prosentase wama primer pendukung serta diplot ke dalam grafik panjang gelombang dan temperatur secara otomatis. Sampel yang digunakan adalah Cholesteryl Pelargonate yang berada pada fase kristal eair kolesterik pada temperatur 80.50 °C 92°C. Pada interval temperatur tersebut Cholesteryl Pelargonate menunjukkan perubahan komposisi wama primer pendukung yang bervariasi pada temperatur-temperatur tertentu. Data prosentase komposisi wama merah, hijau dan biru dikonversi ke dalam panjang gelombang oleh program untuk selanjutnya dibuat grafik hubungan antara panjang gelombang dan temperatur. Grafik yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai panjang gelombang besar diperoleh pada saat nilai temperatur keeil, sedangkan nilai panjang gelombang keeil diperoleh pada saat nilai temperatur besar

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FULLTEXT TIDAK TERSEDIA
Subjects: Q Science > QC Physics > QC901-913.2 Temperature and Radiation
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Fisika
Creators:
CreatorsEmail
ASMAD, 089811867UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSiswanto, Drs., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 30 Nov 2016 21:50
Last Modified: 19 Jun 2017 20:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/47785
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item