ANALISA HUKUM TENTANG KEWENANGAN JAKSA SEBAGAI PELAKSANA PUTUSAN PENGADILAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIOANA KEIMIGRASIAN

VUSTISI DIAH PRAMUKTI, 039213584 (1996) ANALISA HUKUM TENTANG KEWENANGAN JAKSA SEBAGAI PELAKSANA PUTUSAN PENGADILAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIOANA KEIMIGRASIAN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
KK Pid 712-96.Pra a.pdf

Download (203kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mengenai penjatuhan putusan pidana tambahan yang berupa pengusiran atau deportasi terhadap orang asing dati wilayah Indonesia yang dijatuhkan hakim di sidang pengadilan pada dasarnya bertentangan dengan Pasal 10 KUHP Jo Pasal 270 KUHAP tetapi karena mengenai pelaksanaan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yang berupa pengusiran terse but sullt dilaksanakan oleh jaksa dan karena belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pelaksanaan tersebut serta tindak pidana yang telah dilakukan merupakan Tindak Pidana Khusus dibidang keimigrasian yang pelaksanaanya merupakan wewenang dari Direktorat Jenderal Imigrasi, maka untuk penyelesaian kasus yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada asas Hukum Acara Pidana yang berlaku yaitu: "Lex Specialis Derogat Lex Generalis" .

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK Pid 712-96.Pra a
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K5000-5582 Criminal law and procedure > K5015.4-5350 Criminal law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Hukum Pidana
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
VUSTISI DIAH PRAMUKTI, 039213584UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRichard Wahjoedi, , S.H., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email nafisa@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 30 Nov 2016 23:33
Last Modified: 30 Nov 2016 23:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/47820
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item