EKSPRESI ENZIM RIBONUCLEOTIDE REDUCTASE PADA POST LARVA UDANG VANNAMEI (Penaeus vannamei) YANG TERINFEKSI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV) (EXPRESSION OF RIBONUCLEOTIDE REDUCTASE ON VANNAMEI SHRIMP (Penaeus vannamei) POST LARVAE INFECTED BY WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV))

YUNITA MAIMUNAH, 091170201 (2016) EKSPRESI ENZIM RIBONUCLEOTIDE REDUCTASE PADA POST LARVA UDANG VANNAMEI (Penaeus vannamei) YANG TERINFEKSI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV) (EXPRESSION OF RIBONUCLEOTIDE REDUCTASE ON VANNAMEI SHRIMP (Penaeus vannamei) POST LARVAE INFECTED BY WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV)). Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (791kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
DIS.M.03-16 Mai e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ribonucleotide reductase (RR) adalah enzim yang bertanggung jawab pada konversi ribonukleotida difosfat menjadi deoksiribonukleotida difosfat yang esensial untuk replikasi DNA de novo (baru). Fungsi enzim ribonucleotide reductase terlibat dalam metabolisme nukleotida dan mereduksi ribonukleotida menjadi deoksiribonukleotida sebagai immediate precursor dari DNA. Ribonucleotide reductase unit kecil (RR2) mengandung radikal bebas tirosil esensial yang merupakan inisiator katalisis sintesis DNA secara de novo dan diekspresikan paling tinggi pada udang yang terinfeksi WSSV. Salinitas rendah hingga 5 g/L menyebabkan gangguan osmoregulasi dan selanjutnya udang mengalami modifikasi tekanan osmotik internal. Modifikasi yang dilakukan sebagai akibat adanya kerusakan jaringan epitel pada insang, usus, dan kelenjar antennal yang merupakan organ utama yang bertanggungjawab pada transport ion udang selama infeksi WSSV. Perubahan salinitas mengakibatkan perubahan adaptasi fisiologis dan biokimia pada udang sehingga ketahanan udang terhadap penyakit pada salinitas rendah akan menurun Jumlah udang yang terinfeksi berat tertinggi pada salinitas 5 g/L sebanyak 55%, tingkat infeksi ringan mendominasi salinitas 25 g/L sebanyak 40% sedangkan jumlah infeksi tertinggi pada salinitas 15 g/L sebanyak 35% adalah udang dengan tingkat infeksi sedang. Selain itu waktu terjadinya infeksi berat lebih cepat terjadi pada salinitas rendah dibandingkan salinitas tinggi. Tingkat infeksi berat paling banyak terjadi pada udang yang terpapar salinitas 5 g/L sehingga menyebabkan tingkat kematian yang tinggi pada udang. Ekspresi gen ICP11 pada udang mengkonfirmasi adanya infeksi WSSV dimana gen ICP11 merupakan gen late virus WSSV akan bersaing dengan DNA udang untuk mengikat protein histon hingga terikat penuh. Kelebihan gen ICP11 yang bebas akan bertindak sebagai DNAase untuk mencerna DNA udang sehingga terjadi gangguan nukleosom yang mengakibatkan kematian sel. Tingkat kematian sel yang tinggi menyebabkan udang tidak dapat bertahan hidup. Virus memanfaatkan RR2 yang dimiliki oleh udang dengan mengambil/aneksasi RR2 udang untuk sintesis DNA nya secara de novo. Massa molekul RR2 pada udang yang terpapar salinitas rendah diikuti dengan infeksi WSSV adalah sebesar 71-86 kDa. Peningkatan intensitas ekspresi RR tertinggi terjadi pada salinitas 5 g/L dibandingkan salinitas 15 dan 25 g/L. Laju peningkatan intensitas ekspresi enzim RR2 mengalami peningkatan secara signifikan pada hari ketiga, dan puncak intensitas ekspresi RR2 terjadi pada hari kelima pasca infeksi. Peningkatan tersebut menunjukkan DNA virus mengalami pertumbuhan melalui biosintesis de novo, dengan memanfaatkan RR virus yang ditunjukkan dengan jumlah udang yang mengalami infeksi makin meningkat. Hari ketiga pasca infeksi mulai nampak adanya infeksi berat pada salinitas 5 g/L dengan intensitas RR Intensitas tertinggi terjadi pada salinitas 5 g/L dimana jumlah udang dengan tingkat infeksi skor 3 paling banyak ditemui. Tingkat infeksi yang tinggi pada udang yang terinfeksi WSSV menunjukkan tingginya replikasi DNA virus pada udang yang berlangsung terus hingga udang mati. Laju peningkatan enzim RR pada hari ketiga pasca infeksi memungkinkan untuk dapat digunakan sebagai indikator early warning

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK DIS.M.03/16 Mai e
Uncontrolled Keywords: EKSPRESI ENZIM RIBONUCLEOTIDE REDUCTASE; POST LARVA UDANG VANNAMEI (Penaeus vannamei); WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture > SH171-179 Diseases and adverse factors
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH343.4 Fishery research vessels
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Matematika dan IPA (S3)
Creators:
CreatorsNIM
YUNITA MAIMUNAH, 091170201UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorWin Darmanto, Prof., Drs., MSi.,PhDUNSPECIFIED
Thesis advisorYuni Kilawati, Dr., SPi., MSiUNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 04 Dec 2016 21:12
Last Modified: 04 Jul 2017 16:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/48106
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item