KEEFEKITIFAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN BAHAYA HIV/AIDS (Studi Tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Kebijakan Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Surabaya oleh Komisi Penanggulangan Penyakit AIDS Kota Surabaya)

RANY ClTRA RASMI, 079916095 (2003) KEEFEKITIFAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN BAHAYA HIV/AIDS (Studi Tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Kebijakan Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Surabaya oleh Komisi Penanggulangan Penyakit AIDS Kota Surabaya). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Fis AN 15-04.ras k.pdf

Download (216kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

ABSTRAKSI Pada hakikatnya masalah kesehatan tidak semata-mata disebabkan satu masalah akibat gangguan biologis saja, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor perilaku dan interaksi masyarakat dengan lingkungan merupakan pengaruh yang paling besar terhadap status kesehatan individu maupun masyarakat. AIDS merupakan penyakit menular berbahaya yang membutuhkan upaya penanggulangan komprehensif AIDS menyebabkan penurunan kekebalan tubuh dan AIDS terutarna membunuh orang dewasa muda antara 20-40 tahun, yang merupakan usia paling produktif dalam masyarakat, serta mengakibatkan kematian pada 100% penderitanya. Karena obat penyembuh maupun vaksin pencegahnya belurn dapat ditemukan. Oleh karena itu kebijakan yang efektif untuk menanggulangi HIV / AIDS sangatlah penting dan dibutuhkan, mengingat mv/ AIDS adalah fenomena gunung es dimana jumlah pengidap mv/AIDS yang terdeteksi hanyalah sebagian kecil saja Sementara jumlah yang tidak terdeteksi jauh lebih besar. dan berdasarkan teori epidemiologi, jika ditemukan satu orang terkena mv, diperkirakan masih ada 100 orang lainnya yang terkena Adapun untuk penderita AIDS jika ditemukan 1 orang positif. maka diperkirakan masih ada 10 penderita lainnya Untuk menjawab permasalahan penelitian yaitu bagaimana keefektifan kebijakan dan program penanggulangan mv/ AIDS oleh KPPA Surabaya, indikator yang dipakai oleh peneliti untuk mengukur keefektifan tersebut adalah sejauhmana kebijakan dan program-program penanggulangannya dapat mencapai tujuannnya, yaitu untuk mengubah perilaku seksual beresiko tinggi menjadi tidak beresiko, mencegah penularan PMS dan mY/AIDS, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang mv/ AIDS untuk menghapus stigma buruk dan diskriminasi terhadap Odha, dan melakukan kerjasama secara terpadU dengan swasta dan LSM. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan analisis kualitatif Penelitian dilakukan di KPP A Surabaya dengan informan yang ditentukan secara purposive dengan prinsip snowbalL Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berstruktur in depth interview dengan sejumlah informan berkait dengan permasalahan penelitian disamping menggunakan data dokumenter (sekunder) dan observasi. Untuk memperoleh keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber yakni dengan menggunakan berbagai sumber yang berbeda Analisis dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui keefektifan kebijakan dan program penanggulangan mv/ AIDS dengan melihat pada pencapaian tujuan program penanggulangan mY/AIDS. Mengubah perilaku seksual beresiko tinggi menjadi tidak beresiko yang diharapkan dapat memutus mata rantai HIV/AIDS ke masyarakat. Tetapi pada kenyataannnya penularan mY/AIDS sudah mencapai masyarakat umurn, keluarga, rumah tangga. Upaya KPPA-Sektap untuk mengubah perilaku yang beresiko tinggi menjadi tidak beresiko baru efektif sebatas pada para peketja seks di lokalisasi saja, hal ini mengingat bahwa berbagai program penanggulangan HIV / AIDS yang dilakukan KPPA Surabaya hanya terfokus pada mereka. Upaya untuk melakukan pencegahan penularan PMS dan mv implementasinya telah berjalan dengan baik, tetapi sejauhmana keefektifannya dengan melihat angka penurunan HIV/AIDS dan PMS belum dapat diketahui. Hal ini antara lain dikarenakan Dinas Kesehatan Kota Surabaya belum melakukan pendataan resmi untuk periode tabun 2003. Disamping itu jangka waktu terbentuknya KPPA-Sektap yang masih relatif pendek dan fenomena mv/ AIDS yang merupakan fenomena gunung es. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang mv/ AIDS melalui KIE masih jauh dari apa yang diharapkan, sehingga masih terjadi stigma dan pendiskriminasian terhadap Odha Kerjasama secara terpadu dengan pihak LSM dan pihak swasta belum secara optimal terwujud mengingat kerjasama dengan pihak swasta yang belurn terwujud. Sejauh ini kerjasama baru dengan LSM saja Dengan dernikian kebijakan dan program penanggulangan mY/AIDS oleh KPPA Surabaya tidak efektif karena tidak berhasil mencapai tujuan program penanggulangan mv/ AIDS, serta adanya berbagai masalah dan hambatan berkait mVlAIDS yang belum tersentuh oleh kebijakan dan program penanggulangan HIV/AIDS serta belum adanya produk-produk hukum yang mendukung upaya penanggulangan HIV/AIDS

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK Fis An 15-04 Ras k
Uncontrolled Keywords: GOVERMENT LIABILITY, SEXUAL TRANSMITTED DISEASES
Subjects: R Medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA639-642 Transmission of disease
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Negara
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RANY ClTRA RASMI, 079916095UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
UNSPECIFIEDGitadi Tegas Supramudya, Drs. , M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Mudjiono Mudj
Date Deposited: 08 Dec 2016 22:22
Last Modified: 08 Dec 2016 22:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/48813
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item