ANALISIS HUBUNGAN PDB, NILAI OUTPUT, NILAI BAHAN BAKU DALAM NEGERI DAN IMPOR TERHADAP NILAI TAMBAH INDUSTRI ROKOK DI INDONESIA PERIODE 1990 - 2002

EFRIDA GEINEROZA, 049916596 (2006) ANALISIS HUBUNGAN PDB, NILAI OUTPUT, NILAI BAHAN BAKU DALAM NEGERI DAN IMPOR TERHADAP NILAI TAMBAH INDUSTRI ROKOK DI INDONESIA PERIODE 1990 - 2002. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-geinerozae-2945-c5606.pdf

Download (176kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-geinerozae-2945-.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkembangan prospek dari suatu sektor industri dapatlah dilihat dari nilai tambahnya. Perkembangan dari nilai tambah ini sendiri tidak lepas dari peran nilai output yang bisa dihasilkan serta nilai bahan baku yang terpakai dan industri yang bersangkutan. Pemerintah juga ikut andil dalam proses pemakaian nilai tambah ini yang dipakai untuk menghitung pendapatan negara atau PNB, dimana PDB juga merupakan faktor yang terlibat didalamnya. Berkaitan dengan ekonomi internasional seperti yang penulis dalami, maka dimasukkan salah satu variabel bebas yang berhubungan dengan disiplin ekonomi internasional yaitu nilai bahan bahan yang didatangkan dari luar negeri atau lebih singkatnya bahan baku dan penolong impor. Variabel itu juga diimbangi dengan adanya nilai bahan baku dalam negeri, serta ditunjang dengan variabel nilai output yang secara teoretis dinyatakan berhubungan langsung dengan variabel terikatnya, nilai tambah industri rokok kretek. Variabel bebas terakhir adalah PDB Indonesia yang dinyatakan secara teoretis tidak berhubungan langsung dengan nilai tambah industri rokok kretek sebagai variabel terikat. Tren dari PDB Indonesia setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, begitu juga dengan nilai output dari industri rokok yang dikarenakan permintaan dari industri ini cenderung ineiastis sehingga kenaikan dari harga rokok, selama itu tidak terlalu tidak tinggi maka tidak akan berpengaruh banyak pada permintaan. Berdasar itu Pula diketahui bahwa selama masa krisis perekonomian Indonesia di tahun 1998, perusahaan rokok masih tetap dapat menjual produknya. Lain halnya dengan nilai bahan baku baik dalam negeri maupun impor, keduanya cenderung fluktuatif dibanding dua variabel bebas sebelum. Hal itu dikarenakan permintaan atas bahan baku terutama impor, yang tiap tahunnya berubah - ubah dipengaruhi oleh komposisi bahan baku rokok yang setiap tahunnya juga berubah (kadang bisa bertambah, kadang ada juga bahan baku yang dihilangkan). Nilai tambah dari industri rokok kretek di Indonesia ini masih dipengaruhi oleh PDB Indonesia, nilai output industri rokok dan nilai bahan baku dalam negeri yang terpakai. Nilai bahan baku impor secara parsialnya tidak mempengaruhi nilai tambah, tetapi secara simultannya variabel ini tetap berpengaruh secara signifikan. Secara keseluruhannya variabel bebas yang digunakan dalam model (nilai tambah industri rokok kretek) mampu didalam menjelaskan variabel tergantungnya (PDB Indonesia, nilai output, nilai bahan baku dalam negeri dan nilai bahan baku impor) sebesar 95,5%, sedangkan sisanya yang sebesar 4,5% dijelaskan oleh variabel lain yang berada diluar model.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 C.56/06 Gei a
Uncontrolled Keywords: INDUSTRIAL PRODUCTIVITY; DEMAND (ECONOMIC THEORY)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
EFRIDA GEINEROZA, 049916596UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSUPRAJITNO, Drs. Ec.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 23 Nov 2006 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 19:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/4930
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item