UPAYA HUKUM PRAPERADILAN TERHADAP JAKSA PENUNTUT UMUM YANG TIDAK MENGELUARKAN TERDAKWA YANG DIJATUHI HUKUMAN PERCOBAAN

Sutikno, S.H., 031224153131 (2016) UPAYA HUKUM PRAPERADILAN TERHADAP JAKSA PENUNTUT UMUM YANG TIDAK MENGELUARKAN TERDAKWA YANG DIJATUHI HUKUMAN PERCOBAAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (243kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
Tesis Sutikno (perpus).pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Upaya Hukum Praperadilan Terhadap Jaksa Penuntut Umum Yang Tidak Mengeluarkan Terdakwa Yang Dijatuhi Hukuman Percobaan. Penelitian tesis mengupas dua hal utama, yaitu analisis keputusan Jaksa yang tidak mengeluarkan terdakwa dari tahanan dan praperadilan yang diajukan terdakwa yang dikenai hukuman percobaan. Tujuan diadakan lembaga Praperadilan dalam dunia penegakan hukum di Negara kita adalah untuk memantapkan pengawasan (control) terhadap praktik pemeriksaan pidana khususnya pada tingkat penyidikan dan penuntutan. Seperti pada kasus terdakwa Iswandi Ilyas Alias Dede yang pada putusan perkara tindak pidana korupsi Nomor: 136/PID.B/2008/PN.DGL dinyatakan bahwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primair dan membebaskan terdakwa dari dakwaan tersebut, oleh karenanya pidana penjara tersebut tidak perlu dijalani oleh terdakwa kecuali di kemudian hari ada keputusan Hakim yang menentukan lain, dikarenakan terdakwa sebelum lewat masa percobaan selama 2 (dua) tahun telah melakukan perbuatan yang dapat dihukum. Tetapi putusan tersebut tidak dijalankan oleh penuntut umum, sehingga Penasehat Hukum Terdakwa mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Donggala dengan Termohon Pemerintah R.I Cq Jaksa Agung R.I Cq Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Cq Kepala Kejaksaan Negeri Donggala. Gugatan Praperadilan tersebut sudah ditolak oleh PN Donggala atau gugur, Putusan Praperadilan tersebut sesuai dengan keyakinan penulis sebagai Jaksa Penuntut umum pada saat itu yang tidak mengeluarkan terdakwa sudah benar menurut hukum. Sebelumnya, tidak sedikit Jaksa lain yang perkaranya mendapat putusan Hukuman Percobaan dan Jaksa Penuntut Umum meskipun banding namun mereka serta merta langsung mengeluarkan Terdakwa dari tahanan. Berdasarkan hal tersebut saya ingin menguji secara akademis terhadap keyakinan, pendirian atau sikap saya itu dan ingin memberi pedoman terhadap para jaksa yang menghadapi masalah serupa.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TH 59/16 Sut u
Uncontrolled Keywords: Korupsi, Praperadilan dan Kewenangan Jaksa Menahan Terdakwa
Subjects: K Law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Sutikno, S.H., 031224153131UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDIDIK ENDRO P, PROF.,DR.,S.H.,M.HUMUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 15 Dec 2016 23:50
Last Modified: 15 Dec 2016 23:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/49380
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item