PENGARUH SPOKESPERSON PADA IKLAN PRODUK HEDONIC DAN UTILITARIAN DI TELEVISI PADA KOTA SURABAYA DAN KEDIRI

DENNY ERLANGGA, 040016927 (2007) PENGARUH SPOKESPERSON PADA IKLAN PRODUK HEDONIC DAN UTILITARIAN DI TELEVISI PADA KOTA SURABAYA DAN KEDIRI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-erlanggade-4493-b5407-t.pdf

Download (320kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-erlanggade-4493-.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada masa sekarang iklan merupakan elemen yang sangat penting dalam bauran pemasaran. Banyak penelitian yang menghasilkan korelasi yang positif antara pemasangan iklan dengan penjualan. Salah satu media periklanan adalah p enggunaan televisi dengan alasan karena visualisasi dan suara untuk melakukan penjualan yang lebih dinamis. Program iklan yang efektif memerlukan spokesperson yang sesuai untuk mempengaruhi konsumen melalui pesan pada suatu media. Spokesperson adalah orang yang memberikan pesan mengenai suatu pr oduk dan dianggap sebagai sumber dari suatu pesan. Spokesperson juga sebagai pengiklan memiliki pengaruh utama pada kepercayaan (credibility) suatu pesan. Menurut Stafford, Stafford, dan Day (2002), spokesperson terdiri spokescharacter, celebrities, employees, dan customers. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai jenis spokesperson yang paling berpengaruh untuk iklan produk hedonic dan utilitarian. Iklan produk hedonic lebih memperlihatkan konsumsi secara experiental, kesenangan, dan kegembiraan, sedangkan iklan produk utilitarian lebih memperhatikan fungsi dari produk tersebut. Berdasarkan permasalahan diatas, variabel yang digunakan dalam p enelitian terdiri dari empat jenis spokesperson yaitu: spokescharacter, celebrities, employees, dan customers untuk variabel bebas, sedangkan contoh iklan produk yang mewakili masing-masing spokesperson ditiap iklan produk hedonic dan utilitarian sebagai variabel terikatnya. Teknik analisis yang dipakai adalah one-way ANOVA untuk menguji spokesperson pada sesama iklan produk yang sama dan Uji-t untuk menguji spokesperson yang sama pada iklan produk yang berbeda. Hasil analisis dengan one-way ANOVA dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan spokescharacters pada iklan Taro versi petualangan, meannya ( 1,9333) dinilai paling tinggi dibandingkan yang lainnya dan bahwa penggunaan celebrities pada iklan Bank Mega versi Mega super bonus, meannya (4,7200) dinilai paling tinggi dibandingkan yang lainnya. Hasil analisis ini menghasilkan kesimpulan yang sama pada pengujian dengan Uji-t.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 B.54/07 Erl p
Uncontrolled Keywords: MARKETING � MANAGEMENT; CONSUMER BEHAVIOR
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce
H Social Sciences > HF Commerce > HF5801-6182 Advertising
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
DENNY ERLANGGA, 040016927UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSRI GUNAWAN, DBAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Luluk Lusiana
Date Deposited: 02 May 2007 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 23:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/4980
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item