PENANGANAN SUSAH TIDUR (SHI MIAN) MENGGUNAKAN METODE AKUPUNKTUR, HERBAL BIJI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) DAN BUNGA LAVENDER (LAVANDULA ANGUSTIFOLIA MILL)

Vivid Dwi Mariyati, 010710612A (2011) PENANGANAN SUSAH TIDUR (SHI MIAN) MENGGUNAKAN METODE AKUPUNKTUR, HERBAL BIJI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) DAN BUNGA LAVENDER (LAVANDULA ANGUSTIFOLIA MILL). Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-mariyativi-18207-fkpt06-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (761kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Insomnia merupakan suatu keluhan susah tidur yang berhubungan dengan kesukaran untuk masuk tidur, kesukaran untuk mempertahankan tidur, terbangun pagi sangat dini, merasakan kualitas tidur yang buruk walaupun orang tersebut sebenarnya memiliki kesempatan tidur yang cukup, sehingga mengakibatkan perasaan yang tidak bugar sewaktu atau setelah terbangun dari tidur. Hampir setiap manusia pernah mengalami masalah susah tidur. Dalam kasus ini, pasien pria berumur 56 tahun mengalami susah tidur selama 2 tahun. Pasien mengeluh kesulitan untuk tidur, mudah bangun kemudian tidak dapat tidur kembali. Keluhan tambahan, bahu terasa pegal, jantung terasa berdebar-debar, sering mengeluarkan keringat, badan mudah terasa capek, terkadang kaki terasa kram atau susah digerakan pada waktu tidur. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi akupunktur dengan terapi herbal. Diagnosa menurut konvensial karena faktor stres dan lingkungan yang kurang kondusif. Sedangkan diagnosa secara tradisional karena sindroma defisiensi qi jantung dan limpa, penyebab penyakit angin. Metode yang digunakan untuk mengatasi insomnia dalam kasus ini menggunakan terapi akupunktur yang dikombinasikan dengan terapi herbal. Adapun titik-titik yang digunakan antara lain Shenmen (HT 7), Xinshu (BL 15), Pishu (BL 20), Sanyinjiao (SP 6), dan titik tambahan Baihui (DU 20). Penggunaan titik ini disesuaikan dengan kondisi pasien. Terapi herbal menggunakan biji pala dan dikombinasikan dengan minyak lavender sebagai aromaterapi. Perawatan akupunktur dilakukan selama 6 kali terapi, terdiri dari 2 seri 1 kali serinya 3 kali perawatan dengan waktu 3 kali seminggu, dengan interval istirahat 2 hari. Hasil yang didapat dari terapi akupunktur dengan kombinasi herbal menunjukkan perkembangan membaik dari kondisi pasien. Gejala yang dialami pasien yang semula susah tidur dan gelisah sekarang menjadi nyenyak dan mudah tidur. Keluhan tambahan seperti bahu terasa pegal, jantung terasa berdebar-debar, kaki terasa kram atau susah digerakan pada waktu tidur sudah tidak dirasakan. Dapat disimpulkan bahwa insomnia dapat diatasi dengan menggunakan metode akupunktur dan herbal. Terapi akupunktur bertindak dalam pengobatan dari dalam tubuh dengan meningkatkan qi dan menyeimbangkan yin-yang meridian terkait dan kondisi organ dalam tubuh. Sedangkan Terapi herbal biji pala dengan kombinasi aromaterapi lavender bertindak sebagai efek menginduksi tidur, memperpanjang durasi tidur dan kualitas tidur lebih bagus. Kombinasi antara terapi akupunktur dengan herbal menunjukkan hasil yang memuaskan dalam mengatasi insomnia pada konsep ini.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK FK PT 06/11 Mar p
Uncontrolled Keywords: Insomnia, akupunktur, herbal biji pala dan aromaterapi lavender.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM182-190 Other therapeutic procedures Including acupuncture, pneumatic aspiration, spinal puncture, pericardial puncture
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Pengobat Tradisional
Creators:
CreatorsEmail
Vivid Dwi Mariyati, 010710612AUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorProf.Dr. Paulus Liben, Prof. DR., dr., MSUNSPECIFIED
ContributorRahardjo, drUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 29 Dec 2016 23:45
Last Modified: 29 Dec 2016 23:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/50264
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item