TRANSFORMASI GEN KNAT1 KE DALAM PROTOCORM ANGGREK Dendrobium lasianthera J. J. Sm.: UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI BIBIT

Edy Setiti Wida Utami, Dra., MS and Sucipto Hariyanto, Dr. DEA and Yosephine Sri Wulan Manuhara, Dr., M.Si (2015) TRANSFORMASI GEN KNAT1 KE DALAM PROTOCORM ANGGREK Dendrobium lasianthera J. J. Sm.: UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI BIBIT. Universitas Airlangga, Surabaya.

[img]
Preview
Text (COVER)
Cover Bukti C19 - Transformasi Gen Knati ke Dalam Protocorm Anggrek Dendrobium.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Bukti C19 - Transformasi Gen Knati ke Dalam Protocorm Anggrek Dendrobium ......... .pdf
Restricted to Registered users only

Download (845kB)
[img] Text (REVIEW)
Reviewer dan Validasi bukti C19.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Dendrobium lasianthera J.J.Sm adalah jenis anggrek yang dikenal sebagai anggrek stroberi dan sebagai tanaman obat. Dari 3 organ vegetatif yaitu akar, batang dan daun bersifat toksik dan berpotensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian tahun pertama adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pepton terhadap perkecambahan biji dan pembentukan protocorm (embrio tahap 3) D. lasianthera, mendapatkan konsentrasi pepton dan waktu inkubasi yang tepat dalam upaya menyediakan eksplan protocorm di atas 70% sebagai target transformasi dan mengetahui kemampuan regenerasi eksplan (protocorm) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan eksplan biji berumur 14 minggu hasil self pollination dan dikecambahkan pada media VW diberi pepton (0, 1, 2, 3 g/L). Pengamatan perkecambahan biji dilakukan pada minggu ke-4, ke-8 dan ke-12 setelah dikultur. Setelah 12 minggu dikultur, tunas yang berasal dari perkecambahan biji disubkultur secara individual pada media VW ditambah dengan nutrien organik 15% air kelapa, 2 g/L pepton, 150 g/L bubur pisang dan tanpa nutrient organik digunakan sebagai kontrol. Plantlets Dendrobium lasianthera J.J.Sm dengan sekitar 4-5 daun, 4-6 akar (tinggi sekitar 2-3 cm) dikeluarkan dari botol kultur dan dicuci dengan menggunakan air mengalir untuk menghilangkan agar. Plantlets selanjutnya ditanam dalam pot plastik berdiameter 10 cm yang mengandung campran serabut kelapa dan sphagnum moss (3:1). Semua pot disimpan dalam greenhouse dan disiram 2 kali sehari selama aklimatisasi. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian. Jika ada pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat signifikansi α = 0.05 (Duncan, 1955). Hasil penelitian menunjukkan dari berbagai konsentrasi pepton yang ditambahkan ke dalam media VW padat mempengaruhi perkecambahan dan pembentukan protocorm anggrek Dendrobium lasianthera. Konsentrasi pepton terbaik yang mampu menyediakan protocorm sebagai target transformasi > 70% adalah 3 g/L. Waktu inkubasi yang tepat dalam menyediakan eksplan protocorm sebagai target transformasi adalah selama 8 minggu. Protocorm yang dihasilkan pada penelitian ini mampu ber regenerasi membentuk plantlet.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: Dendrobium lasianthera, kultur biji in vitro, protocorm, pepton,
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QK Botany
S Agriculture > SB Plant culture > SB1-1110 Plant culture
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Peer Review
Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Edy Setiti Wida Utami, Dra., MSUNSPECIFIED
Sucipto Hariyanto, Dr. DEAUNSPECIFIED
Yosephine Sri Wulan Manuhara, Dr., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Akhmad Nurfizal Reza
Date Deposited: 10 Jan 2017 21:59
Last Modified: 10 Jan 2017 21:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/50329
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item